10 Hari PPKM Level 2, Tim Yustisi Kantongi Denda Rp 13,4 Juta

picsart 11 26 12.54.07
TANPA MASKER - Tim Yustisi menjaring pengemudi ojek online (ojol) tanpa masker dalam razia prokes PPKM Level 2 di Jl. Waturenggong-Jl. Tukad Melangit, Denpasar, Jumat (26/11/2021).

Panjer, DENPOST.id

Tim Yustisi Kota Denpasar selama 10 hari menggelar razia gabungan protokol kesehatan (prokes) Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 perpanjangan mengantongi denda Rp 13,4 juta.
Kasatpol PP Kota Denpasar yang juga Ketua Tim Yustisi Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga, mengatakan, razia PPKM Level 2 dilaksanakan di jalan raya dari 16 November hingga Jumat (26/11/2021) menjaring 333 warga melanggar prokes, 134 orang di antaranya tanpa masker dan didenda, sedangkan 199 salah memakai masker dan hanya diberi peringatan.

”Kami bersama Dishub, TNI dan Polri tanpa kenal lelah mendisiplinkan masyarakat lewat sosialisasi dan edukasi dari pagi sampai malam agar tidak kendur mematuhi prokes selama pandemi virus korona masih ada,’’ kata Anom Sayoga, di sela-sela razia prokes di Jl. Waturenggong-Jl. Tukad melangit, Kelurahan Panjer, Denpasar Selatan (Densel), Jumat (26/11/2021).

Baca juga :  Angka Sembuh Terus Bertambah, Sosialisasi Prokes Masih Gencar

Anom Sayoga mengungkapkan, meski kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar sudah landai, namun masyarakat tidak boleh mengabaikan prokes dan tetap waspada muncul gelombang ketiga penularan virus corona. Pelanggaran prokes selama sidak PPKM Level 2 di Denpasar cenderung naik karena masyarakat menganggap penurunan level PPKM dinilai virus korona sudah hilang. Mereka bepergian tanpa masker dengan alasan lupa, jenuh dan bosan. ”Kami tidak berhenti mendisiplinkan masyarakat melalui razia dan sidak prokes sambil melakukan sosialisasi dan pembinaan terhadap masyarakat kurang disiplin memathui prokes,’’ ujar Anom Sayoga.

Menurut Anom Sayoga, uang denda yang terkumpul ini disetor ke khas daerah. ”Tanpa ada kesadaran mematuhi aturan, kami khawatir kasus positif virus korona gelombang ketiga bisa mewabah,’’ ucapnya.
Anom Sayoga mengaku khawatir tingkat disiplin masyarakat belakangan mematuhi prokes mulai menurun. Ditambah tidak ada kepastian kapan pandemi Covid-19 berakhir, sehingga berdampak pada turunnya disiplin masyarakat memakai masker saat bepergian. “Masyarakat menjadi garda terdepan memutus mata rantai virus korona harus taat disiplin prokes. Kalau masyarakat lengah dan abai prokes tidak menutup kemungkinan grafik positif virus korona kan naik kembali. Kami harapkan masyarakat tetap patuh dan taat prokes meskipun sudah divaksin dua kali. Kalau dilakukan dengan baik tidak mudah terpapar dan menularkan virus korona,’’ ucapnya.

Baca juga :  Di Denpasar, Dua Pasien Meninggal dan 106 Positif Covid-19

Dia menegaskan, pemerintah tidak bisa berbuat banyak memutus penyebaran viru corona tanpa didukung masyarakat. Pendisiplinan masyarakat wajib dilakukan dan ditingkatkan bersama-sama untuk menekan laju penyebaran virus korona. (103)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini