Semangat Sejahterakan Petani, Bupati Jembrana Studi Tiru ke PT MDP Bandung

img 20211126 wa0043
STUDI TIRU - Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, dan jajaran mengadakan studi tiru ke PT. Mitra Desa Pamarican (MDP), Kabupaten Ciamis, Jawa Barat untuk belajar tentang sistem yang dibangun dalam mewujudkan petani sejahtera.

Negara, DENPOST.id

Pemkab Jembrana ingin memajukan petani di Jembrana. Apalagi Bupati Jembrana, I Nengah Tamba saat pertemuan dengan kelian subak mendengar keluh kesah petani di Jembrana.
Di mana, petani kerap merugi karena gagal panen.

Kehadiran Menteri Erick Tohir ke Jembrana sebelumnya, tidak disia-siakan Bupati Tamba untuk menggali informasi terkait masalah petani kepada Menteri BUMN tersebut. Bupati Tamba diberikan petunjuk untuk melaksanakan studi tiru program kewirausahaan petani di Jawa Barat. Program ini sangat terintegrasi yang didukung oleh  delapan BUMN di sembilan kabupaten sebagai perintis program kewirausahakan petani di Provinsi Jawa Barat akhir tahun 2017. 

Baca juga :  Arus Mudik Idul Adha Mulai Meningkat

Program ini merupakan sinergi antara KBUMN, Kementan dan Kemendesa. Manyambut undangan dan saran Menteri Erick Tohir ini, Kamis (25/11/2021), Bupati Jembrana, I Nengah Tamba hadir ke PT. Mitra Desa Pamarican (MDP), Kabupaten Ciamis, Jawa Barat untuk belajar tentang sistem yang dibangun dalam mewujudkan petani sejahtera yang didampingi Sekda Jembrana, Asisten 2, Kadis Koperindag, dan Kadis Pertanian.

Bupati Tamba beserta rombongan disambut oleh Direktur PT. MDP, Soleh Hudin.
Dalam paparannya, Soleh Hudin menerangkan bahwa permasalahan petani sebelum program ini, adalah petani (termasuk penggarap) belum sejahtera secara ekonomi, akses permodalan rendah, pengetahuan budidaya dan pasca panen yang terbatas, usia lanjut dan tingkat pendidikan yang rendah.

Baca juga :  Polisi Tetapkan Satu Tersangka Penebasan di Songan

Dengan ini; program kewirausahaan petani dibentuk dengan tujuan menciptakan kegiatan bisnis petani secara profesional, sehingga nantinya mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Hal ini dilakukan dalam membentuk entitas bisnis PT yang dimiliki rakyat setempat (Gapoktan/Koperasi/BUMDes) dan BUMN, sehingga aktivitas/manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh petani dan/atau masyarakat.

Soleh Hudin mengutip pernyataan Presiden Joko Widodo yang melatarbelakangi kegiatan ini. “Tidak bisa kita biarkan lagi petani itu berjalan sendiri-sendiri. Tidak bisa! Rakyat harus diorganisir, petani harus diorganisir. Kenapa korporasi bisa menjual produk dengan sangat murahnya? Karena skala ekonomi yang besar, kenapa mereka bisa lebih efisien? karena mereka memproduksi dalam jumlah massal, dalam jumlah banyak. Petani pun juga bisa seperti itu.”
Inilah yang membuat bupati merasa penting untuk hadir di PT. MDP ini, yakni dapat gambaran sebuah proses bisnis dari perusahaan ini, mulai dari bagian mesin, proses, sampai ke hasil.

Baca juga :  Satu Pasien Positif Covid-19 dan PDP di Jembrana Sembuh

Dari mulai truk angkut gabah kering/basah, sampai beras kemasan premium. “Banyak sekali manfaatnya untuk mensejahterakan masyarakat petani,” ungkap Tamba. (c/120)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini