Mohon Keselamatan, Pemkab Gianyar “Pedek Tangkil” ke Pura Alas Purwo

picsart 11 26 07.29.07
ALAS PURWO - Rombongan Pemkab Gianyar, saat melakukan persembahyangan di Pura Luhur Giri Salaka Alas Purwo, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (26/11/2021)

Gianyar, DENPOST.id

Untuk memohon keselamatan alam semesta beserta isinya, Pemkab Gianyar melakukan acara persembahyangan di Pura Luhur Giri Salaka Alas Purwo, Kecamatan Tegal Delimo, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (26/11/2021). Rombongan ritual persembahyangan terdiri DPRD Gianyar, OPD, para camat, para perbekel dan lurah se-Kabupaten Gianyar.

Rombongan dipimpin Bupati Gianyar, Made Mahayastra.
Bupati Mahayastra mengatakan secara pribadi mengaku tahu pura ini sejak tahun 2004.Saat itu, pelinggihnya baru seberapa. Namun, lama kelamaan pura ini semakin terkenal dan semakin banyak yang tangkil ke pura ini dari seluruh Bali, serta sebagian Indonesia (Nusantara). Bahkan umat Hindu luar Banyuwangi, ada beberapa kali sudah melakukan persembahyangan untuk mengingatkan bahwa leluhur di Bali, berasal dari Jawa. “Kita ingatkan kembali bahwa leluhur kita di Bali dari Jawa,” kata Bupati Mahayastra.

Baca juga :  Di Gianyar, Dana Desa Digunakan untuk Penanganan Covid-19

Untuk itu, diakhir tahun 2021 dilakukan acara persembahyangan bersama seluruh Anggota DPRD Gianyar, OPD, para camat, perbekel/lurah se- Gianyar, untuk mohon kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa supaya keselamatan alam semesta beserta isinya dan berharap Covid-19 segera berakhir.

Diakuinya umat Hindu, khususnya di Alas Purwo kesulitan untuk membangun selain karena umatnya yang minim juga terkendala dana pembangunan. Pejabat asal Payangan ini menyatakan salut kepada umat Hindu diwilayah ini masih bisa memelihara dan melestarikannya. “Biarkan tradisi, ritual dan upakara sesuai dengan wilayahnya masing-masing dan jangan ada intervensi dari Bali,” harap Bupati Mahayastra, seraya menambahkan penataan dan manajemen pura ini sangat bagus.

Baca juga :  Wabub Sutjidra Buka Gebyar Kuliner Buleleng

Sementar Ketua Parisada yang juga pengurus Pura Luhur Giri Salaka, Joko Setiyoso mengatakan pembangunan Pura ini sejak tahun 1992 pemerakarsa Parisada Jawa Timur dibantu Pemprov Bali.
Dikatakan untuk mengatur persembahyangan, pihaknya mengaku memiliki empat orang pemangku dan satu orang tukang sapuh (bersih-bersih).
Umat Hindu diwilayah Kecamatan Tegal Delimo ini mencapai 1.478 KK atau sekitar enam ribu jiwa.

Sementara di Kabupaten Banyuwangi ada sekitar 32 ribu jiwa penganut agama Hindu. (c/116)

Baca juga :  Di-PHK, Ratusan Karyawan Hotel Inna Grand Bali Beach Mengadu ke DPR RI

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini