Mampu Terbang Sejauh 30 Km dan Kecepatan 130 Km/Jam, Taksi Terbang Mengudara di Bali

picsart 11 27 01.28.45
DEMO FLIGHT - Demo Flight EHang 216 di langit Bali.

Klungkung, DENPOST.id

Taksi terbang EHang 216, resmi melakukan Demo Flight di langit Bali. Saat ini, kendaraan udara otonom berpenumpang itu sedang menunggu tahap supaya bisa resmi mengudara di langit Indonesia.

Presiden Direktur Prestige Image Motocars Rudy Salim, mengatakan EHang 216 ini diharapkan menjadi pionir inovasi, serta implementasi kota pintar berbasis digital dan juga menjadi solusi mobilitas yang efisien dengan harga yang terjangkau. “EHang ini nantinya dapat menempuh daerah terpencil dan dapat menjadi solusi akses jalur darat, sehingga dapat meningkatkan produktivitas, serta mendukung kesehatan di Indonesia karena aman dari polusi,” ujarnya, saat Demo Flight EHang 216, Jumat (26/11/2021).

Baca juga :  Pol PP Temukan Belasan Gepeng Sewa Kamar Kos di Klungkung

Rudy menjelaskan, Taksi terbang EHang 216 ini nantinya bisa mengantar penumpang di area perkotaan, dengan memanfaatkan jaringan internet 4G dan 5G dan dikendalikan oleh pilot di darat. Spesifikasi EHang 216, bisa terbang sejauh 30 km, mengangkat beban maksimal 220 dengan kecepatan maksimal 130 km/jam. Ehang 216 tersebut, memiliki lebar 5,6 meter, dan tinggi 1,7 meter.

EHang 216, termasuk salah satu kategori Autonomous Aerial Vehicle (AAV), vertical take-off and landing (VTOL).

Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) sekaligus Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) menjelaskan EHang 216 ini, akan menjadi moda transportasi modern yang akan mengubah gaya hidup. Drone ini akan menjadi lifestyle orang orang Indonesia, dan suatu saat nantinya tidak lengkap kalau tidak ada EHang di garasi rumah. “EHang akan menjadi moda transportasi modern yang akan banyak membantu masyarakat Indonesia. Semoga dengan adanya teknologi ini dapat membantu dan menjadi sarana baru dalam membangkitkan pariwisata, penyelamatan medis, sektor logistic dan tentunya transportasi udara yang nyaman, aman, dan efektif,” beber Bamsoet.

Baca juga :  Tangani 79 Kasus, RSUD Klungkung Nihil Pasien Covid-19

Lanjut dia, IMI memiliki visi misi mendorong percepatan bahan bakar listrik dan percepatan elektrik. “Ini tantangan baru moda transportasi untuk pesawat berpenumpang tanpa pilot. Ini akan menjadi lifestyle anak muda dalam waktu mendatang, dan saya yakin dan percaya visi dan misi kita sama dengan pemerintah dan akan mendapatkan dukungan dari pemerintah,” ujar Bamsoet.

Sementara wakil dari Kepala Direktorat Sertifikasi Pesawat Udara, Kementerian Perhubungan, Agustinus Budi Hartono menjelaskan saat ini pihaknya telah mengembangkan dan merevisi tentang regulasi pesawat tanpa awak. “Kami terus melakukan revisi aturan dan organisasi. Kami harapkan akhir tahun ini atau paling lambat quarter satu tahun depan sudah siap dan disahkan, serta dapat langsung disosialisasikan,” harapnya. (113)

Baca juga :  Dewan Minta Pengerukan Bukit di Dawan Dihentikan Sementara

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini