Tak Hanya Mengeroyok, Pelaku Juga Diduga Hendak Rampas Motor Korban

helm 1
HELM – Helm salah satu pelaku pengeroyokan di Jalan Gunung Soputan, Denpasar Barat tertinggal di lokasi. Helm berisi stiker Gandara N-Max. DENPOST.id/ist

Padangsambian, DENPOST.id

Aksi kejahatan jalanan yang diduga dilakukan anggota geng motor di Jalan Gunung Soputan, Denpasar Barat ternyata bukan hanya pengeroyokan. Peristiwa yang terjadi pada Sabtu 27 November 2021 dini hari itu juga diduga bermotif perampasan.

Sementara terkait hasil penyelidikan polisi, aparat Unit Reskrim Polsek Denpasar Barat belum berhasil mengidentifikasi para pelaku, meski telah mengantongi sejumlah bukti, salah satunya stiker Gandara N-Max yang dipasang di helm salah satu pelaku. “Balum terungkap. Kasus ini masih kami selidiki,” ujar Kapolsek Denpasar Barat, Kompol Dody Monza, Senin (29/11/2021).

Baca juga :  Satu Perawat Positif Covid-19, Denpasar Tambah Tiga Kasus Transmisi Lokal

Menurut informasi, berdasarkan keterangan dari kedua korban yakni berinisial EE dan Yn, para pelaku sempat merampas motor yang mereka kendarai. “Motif para pelaku ingin merampas motor korban,” kata sumber petugas yang menolak namanya disebut di media.

Dilanjutkannya, awalnya korban EE baru pulang dari bekerja mengirim stiker. Saat itu dia mengendarai motor dari arah utara melewati Jalan Mahendradatta. Setibanya di Jalan Soputan korban berbelok ke timur. Saat tiba di depan toko STIA Air Conditioning, korban dicegat oleh sekelompok pengendara motor. “Tiba-tiba salah satu pelaku menendang korban. Dan, aksi tersebut diikuti oleh para komplotan geng motor lainnya. Salah satu korban (Yn) sempat diseret ke arah SPBU dan dipukuli,” bebernya.

Baca juga :  Rumah di Pemukiman Padat Penduduk Terbakar Saat Dini Hari

Beberapa pelaku lainnya sempat berupaya merampas sepeda motor korban EE. Beruntung ada pedagang nasi jinggo dan warga datang ke lokasi membawa kayu dan para pelaku kabur. “Ada warga bawa kayu untuk membubarkan geng motor di lokasi. Sebab kejadian serupa sangat sering terjadi di sana. Warga di sekitar TKP merasa terganggu dan resah,” tegasnya. (124)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini