Sehari Jaring 56 Pelanggar, Tim Yustisi Ingatkan Pandemi Belum Berlalu

picsart 11 29 02.20.04
BERI PERINGATAN – Kasatpol PP Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga (pakai topi) memberi peringatan kepada warga tanpa masker saat terjaring razia prokes PPKM Level 2 di simpang tiga Jl. Kemuda-Jl. Seroja-Jl. Padma, Denpasar, Senin (29/11/2021).

Tonja, DENPOST.id

Pelanggaran protokol kesehatan (prokes) pascaturunnya PPKM ke Level 2 terus meningkat. Bahkan, dalam razia di simpang tiga Jl.Kemuda-Jl. Seroja -Jl. Padma, Kelurahan Tonja, Denpasar Utara (Denut), Senin (29/11/2021) petugas menjaring 56 orang pelanggar.
”Kami kaget disiplin masyarakat terhadap prokes menurun tajam. Kami cukup tertantang, pelanggaran prokes terus meningkat dan memecahkan rekor sejak diberlakukan sidak prokes PPKM level 2. Masyarakat mulai mengabaikan kesehatannya. Kami ingatkan, pandemi Covid-19 belum berlalu, masyarakat harus tetap disiplin menerapkan prokes,’’ tegas Kasatpol PP Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga, di sela-sela razia prokes.

Baca juga :  Gubernur Koster Hibahkan Gedung Kantor untuk Bawaslu Bali

Anom Sayoga menjelaskan, dari 56 warga yang terjaring razia prokes, 20 tanpa masker dan 36 orang tidak sempurna memakai masker. “Apapun alasan masyarakat tidak boleh melanggar aturan selama pandemi Covid-19 masih ada. Jangan baru penurunan PPKM Level 3 ke level 2 masyarakat merasa virus sudah hilang. Saat penurunan level ini tetap waspada untuk menghindari terpapar virus korona, apalagi ada varian baru,” tekannya.

Baca juga :  Denpasar Produksi 8,5 Ton Benih Lele Per Tahun

Anom menyatakan tidak mengendurkan sidak prokes meskipun masyarakat yang terpapar virus korona di Denpasar grafiknya menurun. Razia prokes akan terus gencar dilaksanakan dari pagi, siang dan malam guna mendisiplinkan masyarakat agar patuh dan taat prokes. ”Kita tidak pernah berhenti mendisiplinkan masyarakat lewat berbagai sidak dan razia. Namun pelanggaran prokes terus naik dari sebelumnya. Mari kembali sama-sama menyadari pentingnya taat prokes 5 M, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas untuk kepentingan dan keselamatan bersama,” ajak Anom Sayoga.

Salah seorang tenaga kesehatan di Denpasar, Putu Yudi, menyatakan, apa yang dianjurkan pemerintah terkait penerapan prokes memang wajib diikuti masyarakat. “Kalau tidak ingin terpapar virus korona, ikuti prokes. Keselamatan warga ada di masing-masing warga itu sendiri. Jadi sebelum terpapar, mari jaga diri sendiri dan orang-orang di sekitar agar tidak terkena Covid-19,” sarannya. (103/suryaningsih)

Baca juga :  Pemohon SIM di Denpasar Tembus 500 Orang Per Hari

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini