Kasus Turun, Penyintas Covid-19 Ajak Warga Pelihara Ketaatan Prokes

cegat denpasar 1
DICEGAT – Kasatpol PP Kota Denpasar, I dewa Gede Anom Sayoga mencegat pemotor tanpa masker saat razia prokes PPKM Level 2 di Jl. Gunung Batur, Denpasar, Selasa (30/11/2021).

DI masa pandemi Covid-19, warga dihadapkan pada pilihan sulit. Di satu sisi harus mengurangi mobilitas untuk memperkecil peluang terpapar virus korona, di sisi lain ekonomi keluarga mesti dijaga, yang artinya aktivitas di luar rumah harus dilakoni. Bagi pegawai kantoran yang perusahaannya menerapkan kebijakan bekerja dari rumah (BDR) barangkali tidak masalah. Namun bagi warga biasa yang mengandalkan pemasukan dari kerja di lapangan, tentu akan menjadi tantangan berat.

Seperti yang dialami seorang pegawai swasta di Denpasar, Bali, I Putu Suryadi. Pria yang kesehariannya bekerja sebagai pengawas proyek di sebuah agen properti ini mengaku harus tetap beraktivitas di luar rumah selama pandemi covid-19 ini agar bisa menafkahi keluarganya. Sebagai pengawas proyek, dia memang cukup berisiko tertular Covid-19. Setiap hari dia berinteraksi dengan banyak orang, terutama para pekerja proyek. Itu sebabnya, pada pertengahan tahun 2021 lalu, dia sempat terpapar Covid-19. Celakanya, dia juga menularkan virus tersebut ke anggota keluarga lainnya, hingga akhirnya dia dan sang istri harus menjalani perawatan di sebuah RS Swasta di Denpasar. Sementara ketiga anaknya yang masih berumur di bawah 10 tahun menjalani isolasi mandiri di rumah.

Baca juga :  Senin, Covid-19 di Denpasar Melonjak 106 Orang, Satu Pasien Meninggal

Pengalaman terpapar Covid-19 membuat Suryadi dan keluarganya menyadari betapa pentingnya disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) di mana saja dan kapan saja. Sebagai penyintas Covid-19, dia selalu mengingatkan keluarga dan rekan-rekan kerjanya untuk selalu taat prokes. “Saya sudah pernah mengalaminya. Karena menyepelekan prokes, saya dan keluarga akhirnya terpapar Covid-19. Sebenarnya kunci agar tidak terpapar Covid-19 adalah pada diri kita sendiri. Kalau kita waspada dan disiplin menerapkan prokes, apalagi sudah divaksin, akan kecil kemungkinan tertular,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Meski saat ini angka kasus positif Covid-19 terus turun, Suryadi mengajak seluruh masyarakat tetap waspada dan memelihara kedisiplinan menerapkan prokes. “Jangan abai, mari tetap taat prokes. Kita tidak pernah tahu di mana virusnya, tapi kita bisa mencegah penularan dengan selalu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Jika kita sudah disiplin, saya yakin pandemi ini perlahan akan berlalu,” katanya.

Sementara itu, giat pendisiplinan prokes warga Denpasar terus gencar Tim Yustisi Kota Denpasar, meski hujan deras mengguyur Denpasar dan sekitarnya. ”Kami tidak berhenti mendisiplinkan prokes masyarakat selama pandemi Covid-19 masih ada. Disiplin masyarakat sejak ada penurunan PPKM ke level 2 malah menurun. Ini yang harus kembali digenjot agar masyarakat tidak lengah dan abai,” tegas Kasatpol PP Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga, di sela-sela sidak prokes PPKM Level 2 di Jl. Gunung Batur, Kelurahan Pemecutan, Denpasar, Selasa (30/11/2021).

Baca juga :  WN Rusia Pengguna Masker Lukis Dideportasi

Anom Sayoga menyatakan, sidak prokes gencar dilakukan tanpa mengenal waktu dan tempat. Razia bisa menyasar jalan-jalan protokol, pasar tumpah dan menyasar tempat usaha maupun tempat umum lainnya. “Ini kami lakukan untuk memutus mata rantai penularan virus korona. Apalagi virus varian baru Omicron dari Afrika katanya sudah menyebar ke beberapa negara, sehingga masyarakat kita harus tetap waspada dan disiplin menerapkan prokes,” katanya.

Baca juga :  Pembatasan Sampah Plastik, Pengawasan Distributor Terus Digenjot

Dikatakan pula, selama 16 hari perpanjangan PPKM Level 2, pelanggaran prokes terus meningkat. “Mungkin karena kasus sudah melandai dan vaksin dua kali, masyarakat menganggap sudah aman sehingga lengah dan mengabaikan prokes. Suka dan tidak suka edukasi melalui penertiban prokes terus kami tingkatkan untuk mengingatkan dan mengajak masyarakat agar tidak melanggar aturan,’’ tekannya.

Ada dan tidak perpanjangan PPKM Level 2, kata Anom Sayoga, pihaknya terus melakukan sidak prokes. ”Kami minta masyarakat tidak gegabah dengan melandainya kasus positif Covid-19 di Denpasar. Virus corona ini bisa menular ke semua orang meskipun sudah menjalani vaksin dua kali. Banyak bukti masyarakat yang sudah menjalani vaksin dua kali terpapar virus korona. Untuk itu mari tetap waspada dan tetap disiplin menerapkan prokes,’’ pungkasnya. (suryaningsih)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini