Satu Pasien Covid-19 di Badung Meninggal, Satgas Ingatkan Soal Prokes

picsart 12 01 01.54.12
Koordinator Komunikasi Satgas Covid-19 Kabupaten Badung, IGN Jaya Saputra

Mangupura, DENPOST.id

Meski varian baru Covid-19 yakni Omicron atau B.1.1.529. belum masuk ke Indonesia, namun kewaspadaan masyarakat perlu ditingkatkan. Hal ini diungkapkan Koordinator Komunikasi Satgas Covid-19 Kabupaten Badung, IGN Jaya Saputra, saat dihubungi mengenai perkembangan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Badung, Rabu (1/12/2021).

Lebih lanjut Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Badung ini mengatakan, sosialisasi penerapan protokol kesehatan tidak henti-hentinya dilakukan. Dari data yang diperoleh pada Selasa (30/11/2021) kasus Covid-19 kembali naik. “Ada tiga yang terkonfirmasi dan satu masyarakat ada yang meninggal. Hal ini tetap perlu kita waspadai dengan tetap mengikuti imbauan pemerintah yakni menjaga jarak, menggunakan masker, mencuci tangan serta mengurangi kerumunan. Sekali lagi kami menekankan atau memberikan edukasi ke masyarakat meski kita sudah divaksin, jangan lah kita lengah. Mari bersama mewaspadai diri dan lingkungan keluarga kita,” ajaknya.

Baca juga :  Sampah Kiriman Kembali "Serbu" Kuta dan Petitenget

Langkah antisipasi juga dilakukan dari pihak rumah sakit daerah (RSD) Mangusada Kabupaten Badung. Plt. Direktur RSD Mangusada, dr. Ketut Japa, mengakui pihaknya tetap siaga untuk penanganan kasus covid-19. “Sekarang ada varian virus baru asal Afrika Selatan. Ini kita antisipasi juga, karena lebih membahayakan dari virus varian delta,” kata dr. Japa.

Dia mengakui upaya yang dilakukan pemerintah pusat kini sudah bagus yakni melarang wisatawan dari 11 negara datang ke Indonesia, khususnya Warga Negara Asing (WNA) yang memiliki riwayat perjalanan dari negara Afrika Selatan, Boswana, Namibia, Zimbabwe, Lesotho, Mozambique, Eswatini, Malawi, Angola, Zambia dan Hongkong. “Jangan sampai kita seperti negara di Eropa yakni sampai ada gelombang ke-3 kasus Covid-19. Karenanya sejak dini perlu kita antisipasi. Iya semoga tidak sampai masuk ke Indonesia khususnya Bali,” ucapnya.

Baca juga :  Kejar Target 13.600 Vaksin Covid-19, BIN Bali Sasar 1.000 Masyarakat Kutsel

Lebih lanjut dikatakan, menurut informasi yang didapatnya varian Omicron lebih ganas dari varian Delta. Pasalnya virus varian Omicron cepat menyebar, sehingga yang positif Covid-19 bisa cepat banyak. “Oksigen tetap kami siapkan, karena penanganannya tetap akan dilakukan. Namun kalau ini sampai masuk kita bisa saja sampai overload, karena penyebarannya cepat. Sebagai langkah antisipasi, kami terus mengejar target vaksinasi. Diharapkan imun tubuh masyarakat meningkat. Selain itu tetap mematuhi protokol kesehatan, termasuk menunda atau menolak kedatangan wisatawan dari negara yang disinyalir terdapat virus Omicron tersebut,” pungkasnya. (dewa sanjaya)

Baca juga :  Putu Supadma Rudana Paparkan Hari Suci Nyepi sebagai Solusi Menjawab Tantangan Perubahan Iklim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini