Menpora Minta DBON Gencar Disosialisasikan ke Masyarakat

picsart 12 01 02.19.26
WEBINAR DBON – Menpora RI Zainudin Amali (tengah) didampingi Ketua PWI Pusat, Atal S. Depari (kiri) dan Ketua Umum KONI Bali, I Ketut Suwandi, menghadiri Webinar Nasional Hybird DBON 2021, di Grand Inna Sanur, Bali, Rabu (1/12/2021).

Sanur, DENPOST.id

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Zainudin Amali, meminta program unggulan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) gencar disosialisasi ke masyarakat. Dikatakannya, peran media sangat besar dan program tersebut masih terbilang karena baru mendapat payung hukum berupa Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 86 Tahun 2021.

“Teman-teman jurnalis ini istimewa, kalau saya sosialisasikan DBON pada teman-teman jurnalis, segera tersosialisasikan secara masif kepada masyarakat,” kata Zainudin Amali di sela-sela Webinar Nasional Hybird DBON 2021, Rabu (1/12/2021), di Grand Inna Sanur, Bali.

Menurutnya, sebelum lahirnya Perpres No. 86 tahun 2021, sosialisasi dengan kalangan media sudah dilakukan. ”Sosialisasikan DBON kepada masyarakat melalui media, kami harap masyarakat bisa lebih memahami pentingnya budaya olahraga dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, DBON tak hanya menjadi pedoman bagi cabang olahraga prestasi, tapi menjadi pedoman bagi olahraga kemasyarakatan,’’ ujarnya.

Lebih lanjut Menpora mengemukakan, meningkatkan budaya olahraga di tengah-tengah masyarakat adalah hulunya dan prestasi adalah hilirnya. “Kalau masyarakat bugar, maka mudah mencari talenta-talenta di berbagai daerah. Kita ingin menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang tangguh, unggul dan kompetitif. Semua itu diawali dari masyarakat yang bugar,” jelasnya.

Baca juga :  DPRD Denpasar Belum Bahas PAW Putu Tjawi

Menurut Menpora, salah satu cara mengukur tingkat kebugaran seseorang adalah dengan menghitung langkah per hari seseorang. Rata-rata orang Indonesia hanya melakukan 3.500 langkah per hari. Padahal untuk bugar, harus 7.000 langkah per hari. ”Kita terus dorong agar budaya olahraga masyarakat terus meningkat,” ucapnya.

Menyinggung olahraga prestasi, Menpora berharap, hadirnya DBON dapat meningkatkan prestasi olahraga Indonesia. Ini sesuai arahan Presiden Jokowi pada peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2020 yang meminta Kemenpora melakukan evaluasi total pada dunia olahraga nasional agar prestasi olahraga Indonesia di level dunia meningkat. ”Kalau olahraga prestasi berjalan tanpa desain, maka hasilnya akan seperti sekarang. Tidak ada lapisan bawah yang menopang atlet-atlet senior. Potret masalah itulah yang kami tangkap, baik secara pendek, menengah, dan panjang. Dari situlah lahir DBON,” paparnya.

Baca juga :  Dua KMP Tabrakan di Selat Bali

Dia menegaskan, target utama yang dibidik melalui DBON adalah prestasi di Olimpiade dan Paralimpiade. Sementara sasarannya meraih sukses di Asian Games, Asian Para Games, SEA Games, ASEAN Para Games. Pada Olimpiade 2044, Indonesia harus masuk di peringkat 5 dunia. Di Paralimpiade juga demikian. ”Target ini ditetapkan setelah kami berdiskusi dengan para pakar. Ada hitungannya untuk masuk ke target itu. Jika kita kosisten dan berstruktur, maka peringkat 5 dunia di Olimpade 2044 bukan hal mustahil,” tandas Menpora. (103)

Baca juga :  BRI Buka Lowongan Kerja untuk Talenta Millenials Berbakat

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini