Aturan Hukum dan Kearifan Lokal Mesti Selaras

picsart 12 01 07.06.23
Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati.

Sumerta, DENPOST.id

Wakil Gubernur Bali, Prof. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) menekankan pentingnya keselarasan antara aturan hukum, dengan kearifan lokal. Menurutnya, kedua komponen itu memiliki makna yang sama penting dan jangan sampai ada salah satu yang berada dalam posisi dikorbankan.

Penekanan tersebut, disampaikannya saat tampil menjadi pembicara tamu pada Seminar Internasional ‘Law Investment, Tourism dan Local Wisdom’ yang diselenggarakan secara daring oleh Fakultas Hukum Universitas Saraswati, Rabu (1/12/2021).

Baca juga :  Cok Ace Lepas dan Sambut Dandim 1611/ Badung

Dia menyampaikan aturan hukum dan kearifan lokal berada dalam dua kutub yang berbeda. “Ini juga merupakan isu cukup sensitif di Bali, sementara investasi ada di tengah-tengah,” ucapnya.

Menurutnya aturan hukum bersifat memaksa, ada sanksi bagi pelanggar dan dibuat untuk menciptakan keadilan. Sementara kearifan lokal merupakan produk budaya tak tertulis yang diwariskan secara turun temurun, dari mulut ke mulut. Perbedaan lainnya, aturan hukum bergerak dinamis mengikuti dinamika yang berkembang di masyarakat, sementara kearifan lokal bersifat statis dan stagnan.

Baca juga :  Gasak HP di Tempat Kos, Kaki Residivis Ditembak

Menurut pandangan Wagub Cok Ace, dengan dalih kesejahteraan, kearifan lokal kerapkali dikorbankan demi penegakan aturan hukum. Padahal keduanya tak boleh saling mengorbankan. Ia mengajak semua komponen menjadikan ini sebagai sebuah perenungan agar aturan hukum dan kearifan lokal bisa berjalan selaras dan harmonis.

Tokoh Puri Ubud ini berharap seminar internasional yang digelar Universitas Saraswati Denpasar mampu menghasilkan sumbangsih pemikiran untuk mewujudkan harmonisasi tersebut. (106)

Baca juga :  Grup Astra Bali Salurkan 500 Paket Sembako dan Tuntaskan Vaksin Gotong Royong

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini