Angka Positif Covid Turun, Tim Yustisi Tetap Ketat Awasi RTH dan Angkringan

picsart 12 02 02.27.19
RAZIA – Salah seorang pengendara motor terjaring razia prokes dan PPKM Level 2 di Jl. WR Supratman-Jl. Surabi, Denpasar, Kamis (2/12/2021).

Kesiman, DENPOST. id

Tingkat pelanggaran protokol kesehatan (prokes) di wilayah Kota Denpasar masih fluktuatif. Setelah sempat melambung hingga di atas 50 pelanggar per hari, kini tingkat kedisiplinan warga kembali meningkat. Ini terlihat dari Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 di Jl. WR. Supratma-Jl. Surabi, Kelurahan Kesiman, Denpasar Timur, Kamis (2/12/2021).

”Selama dua hari razia prokes PPKM Level 2, disiplin mematuhi prokes bepergian mulai meningkat. Terbukti dari sidak di beberapa tempat, masyarakat yang terjaring razia prokes tanpa masker hanya belasan orang. Sebelumnya rata-rata kena razia prokes di jalan di atas 40 orang,’’ kata Kasatpol PP Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga di sela-sela razia prokes.

Baca juga :  Capaian Kurang Empat Persen, Pemkot Kebut Vaksinasi Pelajar

Dikatakan pula, angka kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar terus turuN. Namun Anom mengaku tetap khawatir penyebaran virus korona kembali naik. Karenanya dia mengaku lebih mengetatkan pengawasan di tempat-tempat yang berpotensi menyebabkan kerumunan seperti di ruang terbuka hijau (RTH), rumah makan dan angkringan.

Bahkan, di Lapangan Puputan Badung dan Taman Kota Lumintang saat ini terus dijaga Tim Yustisi agar warga tidak masuk ke lapangan. Namun satu, dua orang dikatakab masih ada menerobos masuk ke lapangan duduk santai di bawah pohon perindang dan berolah raga.

Baca juga :  Mobil Lapis Baja Kawal Vaksin Covid-19 Tahap II Gelombang 3

”Masyarakat duduk santai dan berolah raga di dua tempat umum ini berdalih jenuh dan sumpek menghadapi ketidakpastian pandemi kapan berakhir. Karenanya mereka keluar rumah refresing bersama keluarga,’’ ujar Anom Sayoga.

Dia berharap masyarakat tidak mengabaikan prokes meski angka kasus sedikit. ”Selalu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas. Kami juga tidak hanya melakukan razia di jalan, melainkan gencar sidak malam hari menyasar warung makan, angkringan dan kedai kopi untuk mencegah klaster baru dan mencegah penyebaran virus varian baru Omicron dari Afrika tersebut,’’ jelasnya.

Baca juga :  Ngamuk, ODGJ Diamankan Satpol PP Denpasar

Salah seorang warga Denpasar, Ni Made Darmiati, mengaku sangat mendukung langkah-langkah yang diambil pemerintah dalam upaya menekan penularan Covid-19. Meski awalnya dia agak kecewa lantaran tidak bisa berolahraga bersama keluarga di Taman Kota Lumintang, namun dia mengaku memahami kebijakan tersebut. “Ya ini kan juga untuk kebaikan masyarakat, mau tidak mau kita harus mengikuti. Mari disiplin menerapkan prokes dan mengikuti peraturan yang ada, agar pandemi lekas berlalu dan kita bisa beraktivitas dengab normal,” ajaknya. (103/suryaningsih)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini