Wakil Menteri LHK Diminta Kaji Ulang Investor

picsart 12 02 05.36.40
KUNKER TNBB - Kunjungan kerja Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Alue Dohong, ke Taman Nasional Bali Barat (TNBB).

Negara, DENPOST.id

Bupati Jembrana, I Nengah Tamba mendampingi kunjungan kerja Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Alue Dohong, beserta rombongan ke Jembrana. Rombongan diterima di Balai Taman Nasional Bali Barat (TNBB), Rabu (1/12/2021) sore.

Turut mendampingi Kepala Balai Taman Nasional Bali Barat, Agus Ngurah Krisna beserta jajaran dan para Asisten Setda Kabupaten Jembrana. Usai diterima dan berdiskusi di Balai TNBB, rombongan langsung diajak menuju kawasan hutan mangrove di Karangsewu Gilimanuk, yang masuk dalam cakupan TNBB.

Baca juga :  Kebocoran di TPI Pengambengan Capai Rp 500 Juta Per Tahun

Setiba dilokasi, Wamen Alue Dohong bersama Bupati Tamba, dan rombongan lainnya dengan dibantu Kelompok Nelayan Karangsewu melaksanakan penanaman mangrove sebagai upaya pelestarian hutan. Melalui kunjungan Wamen LHK ke Jembrana juga dimanfaatkan Bupati Tamba untuk berdiskusi banyak hal terutama menyangkut TNBB.

Disampaikannya, kawasan TNBB ini merupakan sebuah aset negara tetapi ada di Pemerintah Kabupaten Jembrana. Menurutnya, sudah ada banyak investor yang sudah menyewa tempat itu untuk menjadikan tempat wisata, namun tidak pernah dikerjakan hingga sekarang. “Untuk itu saya berpesan kepada Bapak Wamen LHK agar perjanjian penyewa tempat ini ditinjau kembali. Karena kondisi tersebut merugikan pemerintah Kabupaten Jembrana. Jika ada penyewa dan mau membangun di sini tentu akan menyerap banyak tenaga kerja di sini nantinya,” ujarnya.

Baca juga :  Diduga Mesin Open Terlalu Lama Menyala, Gudang Kayu Ludes Terbakar

Wamen LHK Alue Dohong menyampaikan kunjungannya ke Bali guna meninjau kawasan hutan mangrove, salah satunya yang berada di Kabupaten Jembrana. “Di Jembrana kita meninjau hutan mangrove Karangsewu yang masih menjadi satu kesatuan dengan kawasan Taman Nasional Bali Barat. Ternyata terdapat jenis mangrove hasil selingkuh, di mana perkawinan antara jenis rizhopora apiculata dengan rizhopora stylosa, sehingga menghasilkan jenis mangrove yang lebih kuat rhizopora lamarckii. “Mangrove ini harus betul – betul kita jaga kelestariannya,” ujarnya. (120)

Baca juga :  Grup Astra Bali dan Banjar Tegeh Sari Perpanjang MoU Kampung Berseri Astra

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini