‘’Borneopedia’’ Diluncurkan di Bali, Komunikasikan Kalimantan Lewat Aplikasi

boerneopedia
SAMPAIKAN PENDAPAT - Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya didampingi Wakil Menteri Lingkungan Hidup & Kehutanan (Wamen LKH) Dr.Alue Dohong, menyampaikan pendapat pada peluncuran aplikasi ‘’Borneopedia’’ di Kuta, Kamis (2/12/2021). DenPost.id/ist

Kuta, DenPost.id

‘’Borneopedia’’ memilih Kuta (Bali) sebagai tempat untuk soft launching (pra-peluncuran) aplikasi ini, karena Pulau Dewata dianggap sebagai jendala dunia untuk masuk Indonesia. Peluncuran ditandai dengan penekanan keyboard ipad oleh tokoh Kalimantan, salah satunya Dr.Alue Dohong pada Kamis (2/12/2021). Hadir pula dalam kesempatan itu Bupati Badung Nyoman Giri Prasta, Walikota Denpasar IGN Jaya Negara dan Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya.

‘’Borneopedia’’ adalah aplikasi interaksi sosial (socio) yang menekankan pada percakapan khusus membahas tentang Kalimantan. Semua penduduk asli Kalimantan atau yang lahir, besar, dan tinggal di Kalimantan atau punya ketertarikan terhadap Kalimantan, dapat memanfaatkan aplikasi ini secara optimal. Pun warga dari seluruh Indonesia bisa berpartisipasi dalam aplikasi baru ini.

Baca juga :  Demi Ini, Wayan Sumerta bobol Toko Mahagotra

Putra Kalimantan, Dr.Alue Dohong, yang juga Wakil Menteri Lingkungan Hidup & Kehutanan (Wamen LKH), mengungkapkan bahwa peluncuran ‘’Borneopedia’’ di Bali sangat strategis, karena sebagai pariwisata internasional. Dengan dibukanya pintu Bali, maka taksu (marwah) Bali diharapkan juga menular ke Kalimantan. Terlebih Ibukota Negara RI rencananya dipindah dari Jakarta ke Kabupaten Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim), sehingga bisa menjadi kota dunia.

Dohong menambahkan bahwa Kalimantan bukanlah semata-mata punya lima provinsi, namun juga punya kedekatan dengan Brunei dan Malaysia, karena berada dalam satu pulau. Bahkan suku asli setempat yakni Dayak punya ikatan kultural dengan Dayak di Serawak dan Sabah. ‘’Kalimantan tak hanya punya alam dan budaya, tapi juga potensi ekonomi yang cerah,’’ tandasnya.

Baca juga :  Ditimbun Longsoran, Jalan Buahan-Kintamani Bergelombang

CEO ‘’Borneopedia’’, Pepih Nugraha, menambahkan bahwa ‘’Borneopedia’’ adalah pintu masuk baru ke NKRI. Hal ini sesuai dengan amanat Presiden Joko Widodo yang membangun Indonesia dari pinggiran. ‘’Sehingga dalam perajalanannya kelak, Borneopedia adalah aplikasi hasil karya anak bangsa Indonesia dari Borneo untuk Indonesia,’’ tegasnya.

Pepih menambahkan setiap pengguna ‘’Borneopedia’’ dapat menulis apa saja khususnya terkait Kalimantan dan Indonesia, baik informasi maupun opini tulisan dengan foto atau gambar di Neoblog. Juga ada Q/A (Question/Answer) yakni fitur tanya jawab apa saja tentang Kalimantan dan Indonesia. Pengguna ‘’Borneopedia’’ yang membutuhkan informasi terkait Kalimantan khususnya dan Indonesia pada umumnya, dapat menanyakan hal tersebut di fitur ini. ‘’Borneopedia’’ menyediakan para ahli, tokoh publik, dan pakar lain yang siap menjawab pertanyaan apa pun tentang Kalimantan dan Indonesia.

Baca juga :  Kapolres Bangli Imbau Masyarakat Patuhi Prokes

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya yang diberi waktu untuk menyampaikan pendapat mengatakan bahwa Bali punya keterkaitan sejarah dengan Kalimantan, terutama Kutai Kertanegara.  Di sana ada pura tua yang dikenal masyarakat Hindu nusantara. Karena itu dia mendukung ‘’Borneopedia’’ sehingga akan menjembatani komunikasi antarwarga di seluruh Indonesia.

Tuan rumah Bali, Nyoman Gede Sweta, menyambut baik dengan peluncuran ‘’Borneopedia’’ di Pulau Dewata, sehingga memberi dampak bagi perkembangan Kalimantan ke depan. Dia juga mengucap terima kasih karena Bali memperoleh manfaat dari kegiatan ini yakni menggeliatkan pariwisata dan mendukung pemerintah pusat untuk mengadakan even di Pulau Dewata. (yad)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini