Dua Tahun Pandemi, Badung Tingkatkan Minat Masyarakat Bertani Cabai

cabe 1
BIBIT - Kadis Pertanian Tanaman Pangan Badung, I Wayan Wijana, menyerahkan 100 bibit tanaman cabai kepada masyarakat dan Kelompok Wanita Tani di Tibubeneng Kuta Utara, Badung.

PANDEMI Covid-19 yang sudah melanda dua tahun ini mengubah cara berpikir  masyarakat di Kabupaten Badung. Dari awalnya terfokus dalam pencarian pekerjaan di sektor  pariwisata, pemerintah kini sedikit-demi sedikit membuka wawasan masyarakatnya untuk bertani. Sembari menyosialisasikan giat bertani, pemerinta juga terus menggencarkan penyampaian informasi terkait protokol kesehatan (prokes) dengan menjaga jarak, memakai masker dan mengurangi kerumunan serta mencuci tangan setelah beraktivitas.

Seperti yang dilakukan Dinas Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Badung. Untuk meningkatkan gairah masyarakat menanam tanaman pangan dalam situasi ekonomi sulit akibat dua tahun pandemi ini, pihak dinas  melakukan  inovasi  dengan mengajak masyarakat melakukan penanaman cabai di pekarangan rumah. Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Badung juga telah  menyerahkan 100 Bibit tanaman cabai kepada masyarakat dan Kelompok Wanita Tani (KWT) di Tibubeneng Kuta Utara Badung yang notabene kawasan pariwisata.

Baca juga :  Bangli Kembali Raih Predikat WTP

Kepala Dinas Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Badung, I Wayan Wijana mengatakan, Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen untuk tetap memberi gairah kehidupan di sektor pertanian. Pihaknya mengajak masyarakat menanam tanaman pangan seperti cabai, yang bisa menjadi komoditi menjanjikan bagi di masa pandemi ini.

Lebih lanjut dikatakan, tingginya kebutuhan akan cabai di masyarakat tentu menjadi peluang yang bagus untuk terus mengembangkan tanaman cabai. Ini sekaligus dapat menghidupkan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Badung. “Pandemi Covid-19 telah membuka mata hati kita semua di Kabupaten Badung yang selama ini terlena dengan pariwisata. Keadaan ini telah menyadarkan kita semua untuk menggali kekayaan alam yang kita miliki yang selama ini seakan tersampingkan. Petani dan pertanian telah menjelma menjadi bagian yang seakan tidak goyah oleh pandemi Covid-19 dan dapat menyelamatkan kehidupan masyarakat Badung. Geliat kecil ini bersama para ibu-ibu PKK dan Kelompok Wanita Tani nya (KWT) dengan mulai dilakukan dari pekarangan rumah masyarakat dan semoga tumbuh dan terus bergulir ke lingkungan sekitarnya,” harapnya.

Dikatakan pula, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Badung mencoba mengajak masyarakat untuk tidak terlena dan menunggu apa yang akan terjadi dengan pariwisata. Menurutnya, hidup terus berjalan dan dijalani, meski pandemi Covid-19 ini terus muncul dengan varian-varian barunya, bahkan di beberapa negara kembali melakukan lockdown. “Kita tidak boleh terpuruk, mari bersama-sama kita bangun gairah ini dengan melangkah melalui sektor pertanian. Kita masih punya lahan sawah dan ladang yang masih subur. Mengapa tidak ini kita garap dengan sungguh-sungguh? Esok hari jika kehidupan normal kembali, pertanian ini juga bisa dijadikan objek untuk menggerakan pariwisata dengan farmer tourism misalnya. Kita ajak wisatawan yang datang ke Tibubeneng dan melihat secara langsung bagaimana petani dan ibu-Ibu PKK panen cabai dan hasil pertanian lainnya atau kita ajak mereka bercocok tanam dan memetik hasil pertanian seperti memetik cabai yang kita tanam ini,” paparnya.

Baca juga :  Dorong Kemajuan Industri Oil dan Gas, BRI Fasilitasi Kredit Joint Borrower Bagi Pertamina Grup

Dia berharap langkah kecil ini bisa menjadi sesuatu yang besar nantinya, setidak-tidaknya untuk kehidupan sehari-hari demi perekonomian keluarga dan masyarakat setempat.

Sementara itu, Gede Sudartha selaku Ketua Panitia Gerakan Tanam Cabe melaporkan, pihaknya sengaja memilih Desa Tibubeneng Kuta Utara sebagai proyek percontohan penanaman cabai karena lokasi daerah ini menjadi lahan peralihan fungsi yang tadinya lahan persawahan dan kini telah menjadi villa dan sejenisnya. Terkait dengan pembiayaan, bersumber dari CSR Bank BPD cabang Mangupura dan swadaya dari anggota KWT dan masyarakat Banjar Kulibull Kawan Tibubeneng, Kuta Utara. (a/dewa sanjaya)

Baca juga :  Menteri BUMN dan BRI Dukung Produksi Padi Model Bisnis Klaster & Penggunaan Teknologi Modern

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini