Meski Tamu Sepi, PHRI Badung Siap Dukung Kebijakan Karantina 10 Hari

picsart 09 20 05.52.05
Ketua PHRI Badung, IGN Rai Suryawijaya.

Mangupura, DENPOST.id

Upaya pencegahan varian baru Covid-19 yakni Omicron terus dilakukan. Di Badung, Bali, hampir semua lini masyarakat selalu diminta mengikuti kebijakan yang sudah diarahkan pemerintah pusat. Mulai dari menjaga protokol kesehatan hingga penerapan pemberlakukan pembatasan  kegiatan sosial di masyarakat. Termasuk kebijakan terbaru yakni melakukan karantina 10 hari  bagi  pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) khususnya untuk wisatawan yang akan masuk ke Indonesia. Ini berlaku juga untuk  warga Indonesia yang baru datang dari luar negeri.

Koordinator Komunikasi Satgas Covid-19 Kabupaten Badung, IGN Jaya Saputra, Jumat (3/12/2021) mengatakan,  kebijakan karantina 10 hari ini akan diberlakukan mulai hari ini. Tujuan penambahan masa karantina ini untuk mengantisipasi penularan virus korona varian B.1.1.529 atau Omicron yang kini menyebar di  Afrika Selatan. “Kebijakan ini pasti ada positif dan negatifnya. Tapi kita juga mesti  tetap menjaga laju kasus Covid-19 ini agar terus bisa ditekan. Apalagi dengan adanya varian baru perlu kewaspadaan untuk kita bersama,” terangnya.

Baca juga :  Terlilit Utang, Pemborong Proyek Curi 10 Batang Besi Gelondongan

Sementara  Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badung, I Gusti Agung Rai Suryawijaya, mengakui pemberlakuan karantina 10 hari  sangat tidak menguntungkan pariwisata. Pasalnya penambahan masa karantina ini akan menurunkan niat wisatawan untuk berkunjung. “Masa karantina 10 hari, jika dilihat dari aspek bisnis cukup tidak masuk akal. Jangankan 10 hari, karantina 5 hari dan 3 hari pun belum ada yang datang. Tapi mau tidak mau, suka tidak suka harus kita dukung,” ujarnya.

Menurutnya, jika melihat kondisi Kabupaten Badung yang hampir dua tahun perekonomiannya paling terpuruk akibat pandemi Covid-19, kebijakan PPKM Level 3 dan masa karantina 10 hari ini menjadi cobaan baru bagi pelaku pariwisata. Pihaknya pun mengaku prihatin dengan kondisi yang ibarat berlayar di antara dua karang. Antara sisi kesehatan dan sisi ekonomi sama-sama dalam situasi sulit. “Baru saja menggeliat kunjungan wisatawan domestik dan kami sedang negoisasi dengan beberapa negara internasional, tapi terjadi lagi seperti ini (muncul varian virus baru). Memang situasinya sangat sulit dan berisiko besar. Namun harus diambil keputusan,” lata Ketua Badan Promosi Pariwisata Badung tersebut.

Baca juga :  Kabalitbang Kemendagri Kunjungi Balitbang Badung

Agung Rai mengaku tidak dapat berbuat banyak dan hanya bisa mendukung. Ia menilai keputusan yang diambil oleh pemerintah pusat pasti telah dipertimbangkan, melihat situasi yang berkecamuk di luar negeri. “Mau tidak mau, suka tidak suka, ya kita harus mendukung, karena pemerintah sebagai regulator dan kita hanya bisa menjalankan,” pungkasnya. (dewa sanjaya)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini