Gubernur Koster Raih Penghargaan Khusus dari Menteri Bappenas

kosternya
TERIMA PENGHARGAAN - Gubernur Bali Wayan Koster menerima Penghargaan Khusus Pembangunan Daerah 2021 dari Menteri Bappenas Suharso Manoarfa.

Densel, DenPost.id

Gubernur Bali Wayan Koster, di hadapan Presiden Jokowi, menerima piagam Penghargaan Khusus Pembangunan Daerah 2021 di bidang ekonomi hijau dan rendah karbon. Penghargaan ini diserahkan Menteri Bappenas Suharso Manoarfa di sela-sela peluncuran Peta Jalan Ekonomi Kerthi Bali menuju Bali Era Baru: Hijau, Tangguh, Sejahtera, pada Jumat (3/12/2021) di Kura-kura Bali, Densel.

Piagam Penghargaan ini merupakan hasil kerja nyata yang dilakukan Gubernur Koster bersama pasangannya, Wakil Gubernur Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace), dengan visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Hal ini mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya, untuk mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia, sekala-niskala menuju kehidupan krama dan gumi Bali sesuai Prinsip Trisakti Bung Karno: Berdaulat secara Politik, Berdikari secara Ekonomi, dan Berkepribadian  dalam Kebudayaan melalui Pembangunan Secara Terpola, Menyeluruh, Terencana, Terarah, dan  Terintegrasi Dalam Bingkai NKRI Berdasarkan Nilai-Nilai Pancasila 1 Juni 1945.

Baca juga :  Di Denpasar, Pendaftaran PPDB SD dan SMP Dimulai 20 Juni

Mengenai penghargaan ini, Gubernur Koster menilai untuk mewujudkan ekonomi hijau di Bali diperlukan kerja keras dan komitmen kuat untuk menghadirkan kebijakan publik dalam menciptakan sistem perekonomian yang mampu menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dan pelindungan alam dengan memperhatikan daya dukung lingkungan. Hal itu dilakukannya dengan menerbitkan regulasi yang berpihak terhadap pertumbuhan ekonomi Bali yang terdiri atas Pergub Bali No.1 Tahun 2020 tentang tata kelola minuman fermentasi dan/atau destilasi khas Bali; Pergub No.99 Tahun 2018 tentang pemasaran dan pemanfaatan produk pertanian, perikanan dan industri lokal Bali; Surat Edaran (SE) Gubernur Bali No.04 Tahun 2021 tentang penggunaan kain tenun endek Bali/kain tenun tradisional Bali; dan yang terbaru memberikan dukungan penuh terhadap produk garam tradisional lokal Bali dengan terbitnya SE No.17 Tahun 2021 tentang pemanfaatan produk garam tradisional lokal Bali. Juga regulasi yang berpihak pada pelindungan alam, di antaranya Pergub Bali No.97 Tahun 2018 tentang pembatasan timbulan aampah plastik sekali pakai; Pergub Bali No.47 Tahun 2019 tentang pengelolaan sampah berbasis sumber; dan Pergub Bali No.24 Tahun 2020 tentang pelindungan danau, mata air, sungai dan laut; serta Pergub Bali No.25 tahun 2020 tentang fasilitasi pelindungan pura, pratima, dan simbol keagamaan.

Untuk menegaskan terwujudnya ekonomi hijau, Gubernur Koster merumuskan konsep perekonomian bernama Ekonomi Kerthi Bali, yakni ekonomi yang harmonis terhadap alam, hijau atau ramah lingkungan, menjaga kearifan lokal, keabsahan berdaya lokal, berkualitas, bernilai tambah, tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Baca juga :  Berprestasi di Bidang Hukum, Togar Situmorang Masuk Tim Komnaspan

Mengenai rendah karbon, Gubernur Bali tamatan ITB ini menyebutkan bahwa pihaknya terus mendorong pengembangan dan pemanfaatan pembangkit listrik energi bersih agar difungsikan di perkantoran, perumahan, hotel, hingga tempat lain. Langkah ini dimaksudkan agar kehidupan masyarakat di Bali sehat. Berkat pemanfaatan pembangkit listrik energi bersih, maka mampu menurunkan emisi karbon dan mengurangi polusi. Secara regulasi, Gubernur Koster mengeluarkan Pergub No.45 Tahun 2019 tentang Bali energi bersih dan Pergub No.48 Tahun 2019 tentang penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai. Dengan regulasi kebijakan ini, Gubernur Koster mewujudkan Bali mandiri energi dengan energi bersih. (kmb)

Baca juga :  Beraksi Saat Pandemi, Pengamen Jalanan Dikeluhkan Pengendara

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini