Kerap Timbulkan Kerumunan, Tim Yustisi Tertibkan Pasar Tumpah dan Pengunjung Lapangan Puputan

picsart 12 04 04.51.05
SIDAK LAPANGAN – Satpol PP Kota Denpasar bersama TNI, Polri melarang masyarakat masuk ke Lapangan Puputan Badung saat sidak prokes dan PPKM Level 2, Sabtu (4/12/2021).

Pemecutan, DENPOST.id

Mengantisipasi penyebaran varian baru Covid-19 yakni Omicron, Sabtu (4/12/2021) Tim Yustisi Kota Denpasar menertibkan pedagang dan pengunjung pasar tumpah Jl. Gunung Kawi dan Jl. Kartini, Denpasar. Warga dan pedagang yang tidak menerapkan protokol kesehatan (prokes) langsung ditindak.

Selain menyasar pasar tumpah, tim juga menertibkan pengunjung Lapangan Puputan Badung yang tidak mematuhi aturan PPKM Level 2. Sejumlah pengunjung lapangan Puputan Badung dilarang masuk ke tengah lapangan maupun beraktivitas di pinggir lapangan.
”Pasar tumpah ini kerap menimbulkan kerumunan. Pembeli berdesakan. Karenanya kami menyasar pedagang dan pengunjung pasar tumpah di dua tempat tersebut untuk mendisiplinkan warga terkait prokes. Kami tegaskan, selalu pakai masker, cuci tangan, jaga jarak dan hindari kerumunan,” kata Kasatpol PP Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga.

Baca juga :  Bali Terima Wisman, Koster Sebut Tergantung Peraturan Menkumham

Anom Sayoga menjelaskan, sidak yang dilakukan di pasar tumpah tersebut menjaring 6 pengunjung yang salah memakai masker. Mereka langsung diberi peringatan. Begitupun dengan pengunjung Lapangan Puputan. Warga yang ditemukan tengah berolahraga dan bersantai langsung diminta bubar.

Dikatakan Anom Sayoga, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar disiplin menerapkan prokes akan terus digencarkan, kendati Omicron belum terdeteksi di Indonesia. “Ini sebagai langkah antisipasi. Kami akan terus ingatkan mayarakat agar waspada dan selalu disiplin menerapkan prones. Jangan abai,” pesannya.

Baca juga :  Mahasiswa Ditemukan Tewas di Kos Elit

Kalau masyarakat tidak disiplin menjalankan prokes, lanjut Anom Sayoga, maka jumlah positif virus corona akan kembali meningkat. Apalagi mobilitas masyarakat di Kota Denpasar cukup ramai, dikhawatirkan klaster baru bermunculan. ”Virus korona tidak mengenal tempat dan semua orang bisa terpapar dan menularkan jika tidak disiplin,’’ ucapnya.

Ni Ketut Suminten, salah seorang pemilik warung di bilangan Jalan Wijaya Kusuma, Denpasar, mengaku memang selalu membeli kebutuhan warung dan alat-alat upacara di Pasar Tumpah Gunung Kawi. Dikatakannya, memang sulit untuk menghindari kerumunan ketika berada di dalam pasar. Namun dia mengaku sudah berupaya menerapkan prokes dengan selalu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak saat berbelanja. “Mudah-mudahan tidak terpapar, saya sudah terapkan prokes dengan ketat. Pulang dari pasar bahkan saya langsung mandi, agar tidak ada virus yang menempel,” katanya. (103/suryaningsih)

Baca juga :  Tim Yustisi Razia Prokes di Pasar Tradisional

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini