Masih Misterius, Motif Prada Trika Daryana Bunuh Diri, Kodam Bentuk Tim Investigasi

mayatnya
NYARIS ROBOH – Pondasi Pos Balawista Kuta yang tergerus air pasang sehingga rusak parah dan nyaris roboh. (DenPostid./ist)

Mangupura, DenPost

Tewasnya prajurit TNI dari Kesatuan Batalyon Infanteri Raider 900, I Nyoman Trika Daryanta (22), dengan cara gantung diri di jembatan Bangkung di Desa Belok Sidan, Petang, Badung, pada Sabtu (4/12/2021) lalu, menyita perhatian masyarakat, terutama di medsos. Sebagai anggota TNI yang mendapat tempaan mental baja saat menjalani pendidikan, rupanya Trika Daryana bisa goyah hingga mengakhiri hidup tanpa sebab.

Hingga Minggu (5/12/2021), motif prajurit TNI asal Banjar Selanbawak Kelod, Desa Selanbawak, Marga, Tabanan, itu mengakhiri hidup masih menjadi misteri. “Korban mengikuti pendidikan di Singaraja melalui jenjang tamtama (Dikmata). Dilihat dari tingkat pendidikannya Dikmata Gelombang II TA 2020 di Singaraja, pangkat almarhum adalah prajurit dua (prada),” kata sumber DenPost.

Sedangkan menurut keterangan salah satu anggota keluarga dekat almarhum di Banjar Selanbawak Kelod, sejak menjadi prajurit TNI, Trika Daryanta jarang pulang ke rumahnya. Terkadang dia tinggal di rumah neneknya di Pupuan, Tabanan. “Dulu sebelum jadi TNI, dia sering di sini (Selanbawak Kelod),” beber pihak keluarga.

Sayang, anggota keluarga almarhum yang enggan namanya diungkapkan ini, tidak tahu sama sekali saat ditanya mengenai persoalan yang dialami Trika Daryana hingga dia nekat bunuh diri. “Selama ini dia baik-baik saja. Orangnya polos, mudah bergaul dan biasa-biasa saja,” beber pihak keluarga.

Baca juga :  Sebelum Tewas di Toilet, Bule Australia Dua Kali Jalani Injeksi Obat

Menurutnya, jenazah Trika Daryana telah dibawa ke rumah duka pada Minggu pagi kemarin. Jenazah rencananya diaben pada Selasa (7/12) besok di kuburan di Desa Selanbawak. “Sudah di rumah duka (jenazah almarhum). Dua hari mendatang adiaben,” tegasnya.

Mengenai penyelidikan dan kronologi Trika nekat bunuh diri, polisi belum memberikan keterangan secara resmi. Kapolsek Petang AKP Budiasa belum dapat dimintai konfirmasi.

Namun menurut seorang pemilik warung tak jauh dari Jembatan Bangkung mengaku sempat melihat Trika Daryana mondar-mandir di areal jembatan sekitar pukul 06.00 sebelum mengkahiri hidup. Setelah itu dia tak kelihatan lagi. “Saat itu dia mengenakan jaket parasut, dan celana pendek untuk olahraga. Beberapa saat kemudian, dia tak kelihatan. Kemungkinan saat itu dia menjerat lehernya dengan tali dan langsung meloncat,” ucap pemilik warung setempat.

Baca juga :  Wabup Suiasa Pantau Penyaluran BST di Kecamatan Kuta

Jenazah Trika Daryana akhirnya dilihat seorang warga sekitar pukul 08.30. Warga tersebut lalu memberhentikan mobil patroli polisi yang kebetulan patrol di sana. Proses evakuasi sempat memakan waktu sekitar lima jam, lantaran lokasi jenazah  tergantung di pinggir jembatan. “Aksi bunuh diri itu telah dipersiapkan matang olehnya, mulai dari mempersiapkan tali, melipat pakaian dan memarkir motor di barat jembatan,” ujar warga.

 

Sedangkan mengenai tewasnya seorang prajurit TNI tersebut, pihak Kodam IX/Udayana memberikan pernyataan ke media. Menurut Kapendam IX/Udayana Letkol Kav. Antonius Totok Yuniarto, bahwa I Nyoman Trika Daryanta itu memang anggota TNI Kodam IX/Udayana. “Betul, bahwa itu memang anggota kami. Masih diselidiki penyebabnya. Setelah itu barulah kami beri tahu. Sementara baru itu saja ya,” tegasnya.

Baca juga :  Suhu Pengunjung di Atas 37, Pengelola Uluwatu Akan Lakukan Ini

Menurutnya, Kodam IX/Udayana telah membentuk tim khusus untuk melakukan investigasi. Hal itu untuk mengetahui motif pemuda berusia 22 tahun itu nekat bunuh diri. “Kodam membentuk tim investigasi melibatkan beberapa stakeholder yang punya kepentingan itu. Nanti investigasinya nunggu hasil berikutnya,” pungkas Totok Yuniarto.

Seperti diketahui, jenazah Trika Daryana ditemukan warga yang melintas sekitar pukul 09.00. Kasus tersebut lalu dilaporkan ke Polsek Petang. “Evakuasi jenazah korban baru bisa dilakukan sekitar pukul 14.30. Belum diketahui motifnya bunuh diri,” beber sumber polisi pada Sabtu.

Hasil penyelidikan petugas, motor Honda Vario yang dikendarai almarhum ditemukan terparkir di barat jembatan. Selain itu, petugas menemukan jaket TNI dan topi bertuliskan ‘’Sniper’’.

Kapolsek Petang AKP Budiasa mengaku bahwa pihaknya masih menyelidiki dan memeriksa saksi-saksi mengenai kasus bunuh diri itu. “Kami masih lidik. Cari kebenarannya, sabar ya,” ujarnya singkat pada Sabtu. (yan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini