Maraknya Konten Porno di Medsos,  Terang-terangan Minta Pulsa, Siap ‘’Video Call’’

pornoku
TERANG-TERANGAN - Salah satu akun Twitter yang menyuguhkan konten porno secara terang-terangan dengan mencantumkan nomor HP. DenPost.id/ist

Media sosial (medsos) saat ini menyajikan beragam topik dan bahasan. Warga yang melek teknologi, tak hanya bisa curhat, menghujat, mengkritik atau menyanjung, namun juga bisa memesan foto atau video porno. Sekarang bertebaran nama-nama, khususnya cewek, yang bisa diajak kencan maupun video call atau sekadar dipesani video khusus dewasa.

PADA umumnya para pemilik akun di medsos, sebut saja di Facebook (FB), Instagram (IG), Michat, dan Twitter, terang-terangan menawarkan konten porno. DenPost berusaha menelusuri akun-akun tersebut dengan menghubungi pemilik atau admin bersangkutan. Jika ditelurusi, media yang paling terang-terangan ‘’mempromosikan’’ situs porno adalah Twitter. Di sana sangat banyak cewek atau yang mengaku janda menawarkan diri untuk video call dengan embel-embel seks yang dikenal dengan istilah VCS atau open bo. Di antara pemilik akun juga terang-terangan mencantumkan nomor HP atau Whatsapp (WA) untuk diajak berkomunikasi. Mereka tak hanya menawarkan gambar porno, tapi juga video telanjang. Putri M. di Twitter, misalnya, menawarkan ‘’Morning say. Info VCS, WA 081266831…..’’ sedangkan Angel’s menawarkan ‘’Langsung DM, WA 08524751….’’. Banyak lagi tawaran yang di medsos dengan kata-kata yang menantang dan vulgar, plus foto cewek seksi. Sejauh ini belum diketahui apakah pemilik akun itu benar-benar asli orangnya atau akun palsu. Yang jelas konten porno semacam ini sekarang ada di genggaman kita. Cara memasannya juga sangat mudah, dan tinggal transfer uang sesuai permintaan cewek yang kita pesan.

Baca juga :  "Bhatara Turun Kabeh" Tak Libatkan Kabupaten/Kota

Khusus untuk di Bali, juga banyak kontek porno yang menawarkan ‘’jasa’’. Salah satunya cewek berinisial Wnd yang mengaku tinggal di rumah kos di Denbar. Dia bisa dikontak setiap saat dan siap melayani kapan pun kalau diperlukan. Cewek berinisial Lds, yang mengaku tinggal di Kuta, juga siap VCS jika si pemesan mau mentranfser pulsa dengan jumlah tertentu. Minimal pulsa Rp 50 ribu, Rp 100 ribu atau lebih, sesuai kesepakatan.

Beda lagi dengan Yl. Cewek yang mengaku tinggal di Dalung, Kuta Utara, ini mencantumkan kata ‘’Sensasi dan full service’’. Dia juga tak segan-segan mencantumkan nomor HP yakni 08191561……

Sejauh ini pihak terkait, khususnya Kominfo, belum menertibkan konten-konten porno ini karena mungkin jumlahnya terlalu banyak. Informasi yang diperoleh DenPost dari berbagai sumber, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah memblokir atau memutus akses terhadap 2.624.750 konten negatif. Dari jumlah itu sebanyak  1.536.346 di antaranya berasal dari situs dan 1.088.404 dari medsos. Pemblokiran dilakukan periode Agustus 2018 hingga 21 September 2021. Menkominfo Johnny G.Plate menyebut dari jumlah itu, konten pornografi menempati peringkat atas daftar pemblokiran dengan jumlah 1.096.395 situs. “Luar biasa bener Indonesia ini, hampir setengahnya pornografi,” ujar Johnny saat rapat bersama Komisi I DPR RI, belum lama ini.

Baca juga :  Hari Pramuka, Kwarda Bali Kedepankan Penanganan Pandemi

Cara mudah mengakses konten porno ini tentu sangat berbahaya bagi anak-anak dan remaja. Jika mereka kecanduan pasti akan mengganggu pelajaran maupun psikologis mereka. Berdasarkan survei yang dilaksanakan Kemenkes tahun 2017 sebanyak 94% siswa pernah mengakses konten porno yang diakses melalui komik sebanyak 43%, internet sebanyak 57%, game sebanyak 4%, film/TV sebanyak 17%, medsos sebanyak 34%, majalah sebanyak 19%, buku sebanyak 26%, dan lain-lain 4%.

Kecanduan pornografi sama halnya juga dengan kecanduan narkoba. Keduanya sama-sama mengakibatkan kerusakan otak yang cukup serius. Pornografi bukan hanya merusak otak dewasa namun juga otak anak-anak. Kerusakan otak tersebut sama dengan kerusakan otak pada orang yang mengalami kecelakaan mobil dengan kecepatan sangat tinggi.

Baca juga :  Di Denpasar, Penyekatan Juga Dilakukan di Wilayah Desa/Kelurahan  

Sementara itu Kasubdit V Cyber Crime Direktorat Reskrimsus Polda Bali AKBP I Gusti Ayu Putu Suinaci mengatakan bahwa untuk mengantisipasi konten porno di medsos, pihaknya melakukan berbagai upaya mulai dari penindakan dan langkah preemtif, preventif, dan represif.

Menurutnya, langkah preemtif seperti mengedukasi masyarakat agar lebih paham tentang pemanfaatan medsos yang sehat dan bijak kepada semua kalangan. “Edukasi khusus mengantisipasi dan menjaga anak-anak dari konten terlarang. Salah satunya yang berbahaya yakni pornografi,” bebernya, Senin (6/12) kemarin.

Suinaci menambahkan langkah preemtif itu seperti kerjasama dengan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, roadshow edukasi daring agar orangtua lebih intensif mengawasi putra-putri mereka serta memberi pendampingan yang cukup dalam menggunakan gadget dan bermedsos. “Fokusnya mengarahkan anak-anak mengenai konten-konten apa saja yang boleh diakses sesuai dengan umurnya,” tegasnya.

 

Sedangkan langkah preventif, sambung Suinaci, yakni patroli cyber dan profiling akun-akun yang terkait dengan konten pornog di medsos. “Termasuk represif yakni melakukan penindakan,” tandasnya. (tim dp.id)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini