Wujudkan Destinasi Hijau Ramah Lingkungan dengan Prokes, Penglipuran Village Festival Digelar Kembali

picsart 12 07 07.35.42
PENGLIPURAN FESTIVAL - Pembukaan Penglipuran Village Festival VIII, dengan memukul kulkul.

Bangli, DENPOST.id

Setelah dua tahun sempat ditiadakan, Penglipuran Village Festival (PVF) Tahun 2021 kembali digelar, Selasa (7/12/2021) sampai Sabtu (11/12/2021). Even festival tahunan yang ke-8 kalinya ini diselenggarakan di Desa Wisata Penglipuran dengan tema “Green Destination Berbasis CHSE” yakni Clean Health, Safety and Environment Sustainbelity, yakni mewujudkan destinasi hijau yang ramah lingkungan dengan penerapan protokol kebersihan, kesehatan, keamanan dan kelestarian lingkungan.

PVF kali ini dibuka secara resmi Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Even Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Rizki Handayani Mustafa, didampingi Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, yang ditandai dengan pemukulan kulkul.

Ketua Panitia Penglipuran Village Festival ke VIII tahun 2021, I Nengah Sudibia dalam laporannya menyampaikan even ini dilaksanakan dengan berbagai macam kegiatan lomba dan menampilkan parade budaya kearifan lokal Desa Penglipuran. Meliputi Parade Nilem, Ngusaba Bantal, Ngaturang Utpeti, Barong Ngelawang, serta Fragmen Tari tentang gugurnya pahlawan Bangli Anak Agung Anom Mudita dengan judul “Gugurnya Sang Ksatriya di Desa Penglipuran.

Kegiatan juga dirangkaikan dengan pameran produk UMKM dan pameran bonsai. “Semoga dengan diselenggarakanya even tahunan ini, masyarakat mampu mempertahankan budaya adat setempat, pemulihan industri pariwisata dan meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Baca juga :  Pergantian Tahun, Semua Lapangan Ditutup

Sementara Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta dalam sambutannya mengatakan Desa Wisata Penglipuran adalah desa wisata terbaik yang ada di Kabupaten Bangli. “Di mana berbagai predikat nasional dan Internasional sudah diraih oleh Desa Wisata Penglipuran, di antaranya predikat sebagai salah satu desa terbersih di dunia dan Sustainable Destination Top 100 versi Green Destination Fondation, suatu penghargaan dan pengakuan dunia terhadap pencapain Desa Wisata Penglipuran dalam upaya pelestarian lingkungan dan pengembangan pariwisata berkelanjutan,” ucapnya.

Baca juga :  Pemkot Gandeng Kejari Denpasar Percepat Cakupan Vaksinasi Usia 12-17 Tahun

Sedana Arta menambahkan dengan pemilihan tema “Green Destination Berbasis CHSE” pada festival tahun ini sangat tepat dalam situasi pariwisata di tengah pandemi Covid-19, di mana faktor kesehatan dan keamanan menjadi salah satu aspek penting dalam industri pariwisata. Menurut dia, penerapan protokol kesehatan dan keamanan yang ketat dalam sebuah destinasi wisata telah menjadi syarat mutlak saat ini. “Selama ini, konsep pembangunan kepariwisataan hanya tertumpu pada peningkatan kuantitas yang sering sekali mengabaikan kualitas dan daya dukung lingkungan. Konsep Green Tourism hadir sebagai paradigma baru masa depan pariwisata dunia, di mana trend berwisata saat ini tidak lagi hanya berfokus untuk menikmati keindahan alam semesta,tetapi bagaimana menyuguhkan pengalaman berwisata baru yang memberikan ruang partisipasi wisatawan untuk berpartisipasi dalam upaya pelestarian lingkungan dan berinteraksi langsung dengan budaya masyarakat lokal,” jelasnya.

Baca juga :  Oknum PNS RSU Bangli Nyolong HP

Pihaknya juga mengapresiasi even tahunan ini sebagai ajang untuk mempromosikan potensi pariwisata di Kabupaten Bangli. Mengangkat produk lokal, serta memberikan nilai tambah terhadap perekonomian masyarakat. “Besar harapan saya bahwa tahun depan industri pariwisata akan bangkit kembali, sesuai dengan Visi pembangunan Kabupaten Bangli Tahun 2021-2026 Nangun Sat Kerthi Loka Bali di Kabupaten bangli untuk Mewujudkan Bangli Era Baru,” tegasnya.

Sementara Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Even Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Rizki Handayani Mustafa dalam sambutannya menyebutkan, banyak anak muda yang terlibat dalam festival kali ini. Hal tersebut menurut dia, menandakan bahwa kebudayaan dan kearifan lokal di Desa Pengelipuran ini berregenerasi. ”Semoga dengan dilaksanakanya Penglipuran Village Festival VIII ini, dapat membangkitkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, sehingga selanjutnya dapat meningkatkan perekonomian daerah,” harapnya. (c/128)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini