PPKM Level 3 di Bali Batal, Gubernur Koster Sebut Pusat Ubah Kebijakan

koster5
Gubernur Bali Wayan Koster

Sumerta, DenPost

Rencana pemerintah pusat menerapkan PPKM Level 3 di sejumlah daerah, termasuk Bali, pada 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022 sesuai Inmendagri No 62 Tahun 2021, bakal diubah. Regulasi tentang pencegahan dan penanggulangan covid-19 saat Natal dan Tahun Baru (Nataru) kemungkinan dibatalkan.

Gubernur Bali Wayan Koster dalam penyerahan DIPA dan alokasi TKDD 2022 di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Selasa (7/12/2021), mengungkapkan meskipun semula rencananya diberlakukan PPKM Level 3, kemungkinan diubah. Dengan demikian Bali tak akan mengalami kesulitan dalam mendatangkan wisatawan domestik (wisdom) ke  Bali.

Perubahan itu, menurut Gubernur Koster, juga melihat kunjungan wisdom ke Pulau Dewata yang didominasi dari Jawa, termasuk Jakarta, dengan capaian vaksinasi anticovid-19 yang relatif tinggi. Memandang hal itu, Koster menilai aktivitas masyarakat relatif lebih aman dari penularan covid-19. “Karena yang bertemu adalah orang yang sama-sama sudah divaksin dua kali, kelihatannya membuat sehat, tidak membuat penularan (covid-19). Mungkin kita cukup nyaman walau yang berkunjung ke Bali cukup ramai,” tutur Gubernur tamatan ITB ini.

Hal itu juga tidak lepas dari Bali yang mampu mengendalikan kasus covid-19 serta capaian vaksinasi dosis 1 yang melebihi 100 persen.

Baca juga :  Polda Bali Selidiki Dugaan Pelanggaran di Muntig Siokan

Sesuaii data terbaru, Koster menyebut kunjungan widom ke Bali akhir tahun lumayan tinggi. Per Senin (6/12) lalu, jumlah kunjungan wisdom melalui Bandara Ngurah Rai mencapai 12 ribu per hari. Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bali melalui jalur darat juga tak jauh beda yakni lebih dari 10 ribu per hari.

“Artinya apa? Di hari begini saja sudah 22 ribu lebih yang datang ke Bali. Jadi mulai ramai. Pesawat mulai penuh, yang tadinya cuman tiga kali penerbangan, kita tambah jadi lima penerbangan. Kemudian tambah lagi menjadi tujuh penerbangan, ternyata penuh juga,” ungkap Koster.

Baca juga :  Reses Dewan Bali, Infrastruktur Rusak di Gianyar Kembali Jadi Keluhan

Atas penambahan menjadi tujuh penerbangan per hari oleh Garuda, maka Koster menyebut mampu menyumbang kunjungan 4.000 hingga 5.000 pelancong/hari ke Bali. Saat ini Bali hanya berharap pada wissom, sebab wisatawan mancanegara (wisman) belum bisa berwisata, terutama mereka yang berasal dari negara yang masih lockdown.

Menimbang kunjungan turis terus meningkat, Gubernur mengusulkan kepada Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi agar menambah maskapai penerbangan ke Pulau Dewata.

Baca juga :  Hari Ketiga PKM, Pasar Tradisional di Denpasar Tetap Ramai

Dengan mulai tumbuhnya kunjungan ke Bali, Gubernur mengajak semua pihak supaya menaati protokol kesehatan (prokes) agar pandemi di Bali terjaga dan stabil. Mengenai pertumbuhan ekonomi Bali, Gubernur yakni akan positif pada triwulan empat.

Kemungkinan batalnya rencana PPKM Level 3 akhir tahun 2021 juga disuarakan Menteri Koordinasi Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan. Di sejumlah media, Luhut mengatakan bahwa pemerintah memutuskan untuk membuat kebijakan lebih seimbang, dengan tidak menerapkan PPKM Level 3 terhadap semua daerah. (wir)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini