Inspektorat Klungkung Turunkan Tim Investigasi

picsart 12 09 08.30.46
Inspektur Daerah Klungkung, Made Seger.

Semarapura, DENPOST.id

Dugaan penyelewengan dana APBDes Tusan, Banjarangkan, yang melibatkan salah seorang aparat desa, Gede KS mulai ditelusuri Inspektorat Klungkung. Bahkan untuk mengungkap ada tidaknya penyelewengan dana APBDes, Inspektorat telah menurunkan tim investigasi sebanyak delapan orang sejak, Senin (6/12/2021) ke Kantor Desa Tusan.

Inspektur Klungkung, Made Seger ketika dikonfirmasi, Kamis (10/12/2021) mengakui telah menurunkan tim investigasi sebanyak delapan orang untuk menelusuri dugaan penyelewengan dana APBDes di Kantor Desa Tusan. Tim ini, diturunkan setelah pihaknya di Inspektorat mendengar adanya informasi dari sejumlah sumber terkait persoalan tersebut.

“Sesuai aturan kita terbaru, kita tidak harus diminta untuk turun jika mendapat informasi adanya indikasi penyimpangan. Jika ada mendengar ada indikasi penyimpangan di OPD atau di desa, kita wajib turun,” ungkap Made Seger.

Menurut Seger, tim investigasi yang telah dibentuk sudah turun sejak 6 Desember. Mereka akan melakukan investigasi selama satu bulan hingga 6 Januari 2022. Proses investigasi diawali dengan menelusuri informasi yang didapat. Setelah itu, meminta keterangan pihak terkait seperti perbekel, sekdes maupun kaur yang terlibat. Termasuk juga melakukan penutupan kas.

Baca juga :  Mahasiswa Tewas Tabrak Truk Parkir

“Waktu untuk melakukan investigasi yang dilakukan kita juga tidak kaku. ketika ada yang belum tuntas, kita bisa perpanjang waktunya dan tergantung situasi dan kondisi di lapangan,” katanya.

Lalu terkait hasil?, pejabat asal Nusa Penida ini mengatakan sejauh ini timnya yang turun masih melakukan pengumpulan dokumen dan melakukan penutupan kas. Dokumen yang dikumpulkan atau dipinjam di Kantor Desa Tusan, di antaranya ada buku kas umum, buku bank, dan buku pembantu keuangan.

Baca juga :  PPKM Diperpanjang, Jadwal Pemungutan Suara Pilkel Diundur

Selain itu, Made Seger juga menilai angka dugaan penyelewengan Rp 480 juta tersebut masih mentah. Karena bisa saja angka tersebut bertambah dan berkurang. Bahkan kasusnya bisa terbuka semakin lebar. Hal ini tergantung dari penelusuran tim investigasi di lapangan.

“Untuk hasil tidak secepat yang kita bayangkan. kita harus gunakan SOP untuk menelusuri persoalan ini,” terangnya.

Yang jelas setelah ada hasil, Seger mengatakan Inspektorat nanti mengeluarkan laporan hasil pemeriksaan berbentuk rekomendasi. Kalau dalam investigasi lebih banyak menemukan kesalahan adminitrasi maka akan direkomendasikan ke internal. Tapi jika lebih banyak mengarah ke indikasi korupsi, maka hasil rekomendasi diserahkan ke aparat penegak hukum. Apalagi Inspektorat juga ada MoU dengan Kepolisian dan Kejaksaan.

Baca juga :  Restoran Sawah Indah Tawarkan Kuliner Frozen dan “Timbung”

“Kami juga belum meminta keterangan oknum kaur tersebut (Gede KS-red). Tapi kami sudah sempat ngobrol dengan ibunya di kantor desa terkait kondisi anak ini. Katanya ibunya juga mau meminjam uang untuk mengembalikan dana itu di LPD, tapi tidak bisa karena ada masalah ini,” ungkapnya. (119)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini