Pandemi, Masyarakat Diminta Tak Berlebihan Sambut Nataru

picsart 12 10 02.09.01
TANPA MASKER – Tim Yustisi memberi hukuman push up warga tanpa masker yang terjaring razia prokes PPKM Level 2 di Jl. Kebo Iwa Utara, Denpasar, Jumat (10/12/2021).

Padangsambian Kaja, DENPOST.id

Mencegah menularnya virus Korona varian baru, Omicron, Masyarakat diminta tidak berlebihan menyambut hari Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022.
”Kami khawatir masyarakat khususnya generasi muda merayakan malam tahun baru 2022 berlebihan. Kalau ada yang ingin merayakan agar menyesuaikan di masa pademi Covid-19 tanpa mengabaikan protokol kesehatan (prokes),’’ imbau Kasatpol PP Kota Denpasar yang juga Ketua Tim Yustisi Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga, di sela-sela razia prokes pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 di Jl. Kebo Iwa Utara, Denpasar, Jumat (10/12/2021).

Anom Sayoga mengatakan, bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Denpasar, TNI dan Porli yang tergabung dalam Tim Yustisi akan berupaya meminimalisir adanya kerumunan saat malam pergantian tahun baru. Pecegahan kerumunan tersebut menyasar pusat keramaian untuk mencegah adanya klaster baru penyebaran virus Korona varian varu. ”Kami terus melakukan sosialisasi dan edukasi saat sidak prokes agar masyarakat disiplin dan patuh terhadap aturan yang ada. Jangan sampai perayaan malam tahun baru berlebihan berimbas kembali meningkatnya kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar,’’ ujarnya.

Baca juga :  Sanglah Tak Ingin Kecolongan

Menyambut Nataru, Anom Sayoga minta kepada masyarakat tidak minum-minuman beralkohol, tidak menyalakan kembang api dan petasan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Apalagi menyalakan petasan atau kembang api yang memiliki daya ledak besar yang bisa menyulut kebakaran. ”Kami mengimbau menyambut pergantian tahun harus disesuaikan. Berbeda perayaan malam tahun baru saat normal. Sekarang dalam keadaan pandemi Covid-19, prokes ketat harus diterapkan untuk mencegah penularan dan tertular virus corona,’’ ucap Snom Sayoga.

Anom Sayoga menyatakan, pihaknya bersama tim gabungan akan membatasi masyarakat merayakan malam tahun baru di tempat hiburan, objek wisata maupun di tempat lain yang berpotensi mengundang kerumunan. Dia mengajak seluruh masyarakat tetap waspada dan disiplin prokes. ”Lebih baik mencegah daripada mengobati. Kalau masyarakat disiplin prokes, niscaya kesehatan diri sendiri, keluarga maupun lingkungan terjaga,” pungkasnya.

Baca juga :  Kuota Permohonan Dokumen di Disdukcapil Dikurangi 50 Persen

Wayan Wiadnyana, salah seorang warga Padangsambian, Denpasar Barat, mengaku awalnya berniat mengajak keluarganya untuk merayakan malam tahun baru di beberapa tempat di Denpasar. Namun karena muncul varian baru Korona di beberapa negara, dia akhirnya mengurungkan niatnya itu. “Tadinya sudah semangat mau malam tahun baruan. Apalagi kasus positif Covid-19 sudah turun. Ternyata sekarang muncul varian baru. Demi kesehatan keluarga, nanti rayakan di rumah saja,” katanya.

Baca juga :  Langgar Jam Operasional PPKM, Rumah Makan Ditutup

Dia juga mengaku selalu mewanti-wanti keluarganya agar selalu disiplin menerapkan prokes saat di rumah, apalagi ketika di luar rumah. “Selalu saya ingatkan agar menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi kerumunan,” imbuhnya. (103/suryaningsih)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini