Bendahara Ngaku Tak Sendiri “Nikmati” Dana APBDes Tusan

picsart 12 10 03.01.59 (1)
PERTEMUAN - Pertemuan dengan warga yang menyampaikan aspirasi ke Kantor Desa Tusan, Banjarangkan, Klungkung Jumat (10/12/2021).

Semarapura, DENPOST.id

Kasus dugaan penyelewengan dana APBDes Tusan, Banjarangkan, Klungkung yang melibatkan salah seorang aparat desa, Gede KS mulai terkuak sedikit demi sedikit. Gede KS yang bertugas sebagai Kaur Keuangan dan merangkap Bendahara Desa ini mulai angkat bicara ketika ikut menghadiri pertemuan dengan warga yang menyampaikan aspirasi ke Kantor Desa Tusan, Jumat (10/12/2021).

Iapun sempat menyela dan ingin bicara di hadapan warga yang mengatasnamakan Forum Peduli Desa Tusan ini. Namun Perbekel Tusan, Dewa Gede Putra Bali, sempat melarangnya bicara dalam pertemuan tersebut karena khawatir akan melebar dan panas. Berulangkali Perbekel meminta Gede KS untuk diam dan agar menyampaikannya di internal.

Baca juga :  Suwirta Luncurkan Inovasi Gema Tansaplas

Salah satu penasihat hukum yang diberi kuasa oleh Koordinator Lapangan, Ira Muda juga sempat mempertanyakan kapasitas Gede KS yang berani berbicara di dalam pertemuan. Setelah memberikan penjelasan dirinya adalah Kaur Keuangan yang selama ini menjadi topik, Gede KS langsung memberanikan diri bicara.

Dia mengaku merasa disudutkan sendiri dalam pemberitaan di media sosial. Dia mengungkap kalau dirinya tidak sendiri melakukan penyelewengan dana APBDes Tusan yang kini telah ditangani Inspektorat Klungkung tersebut.

“Maaf saya interupsi. Selama ini saya merasa disudutkan oleh berita di media sosial. Saya tidak sendiri melakukan hal itu. Kalau ini sampai diproses saya akan bicara semuanya,” ujar Gede KS dengan nada emosi.

Baca juga :  Pria Pengangguran 11 Kali Bobol Pura di Tabanan

Setelah memberikan penjelasan, pertemuan kemudian ditutup Perbekel sekitar pukul 10.00 Wita. Gede KS sendiri terlihat langsung pergi dari pertemuan. Ia enggan berkomentar ketika ditanya soal pernyataannya di pertemuan.

“Nanti..nanti ya saya sampaikan,” ujar Gede KS ngeloyor dengan raut wajah kesal.

Sementara Perbekel Dewa Putra Bali saat dimintai konfirmasi soal pernyataan Gede KS, mengaku tidak tahu soal itu. Karena bagi dia itu merupakan pernyataan Gede KS. Namun Dewa Putra mengakui persoalan dana APBDes berdampak terhadap sejumlah kegiatan di Kantor Desa. Salah satunya gaji aparat desa belum bisa dibayarkan bulan Desember 2021 karena tidak ada uang.

Baca juga :  Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Penjualan Air Tangki di Nusa Penida Tak Ditahan

“Pasti ada kegiatan yang terdampak. Tapi nanti kita evaluasi lagi,” ujarnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, dana APBDes Tusan sekitar Rp 480 juta tidak jelas juntrungnya. Diduga dana sebesar itu digunakan Gede KS untuk kepentingan pribadi. Apalagi Gede KS mengakui menggunakan dana itu dan siap mengembalikannya melalui surat pernyataan hingga tanggal 30 Desember. Gede KS baru mengembalikan dana Rp 80 Juta. Sisanya belum dikembalikan hingga Inspektorat Klungkung menurunkan tim investigasi. (119)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini