Bahas Perbaikan Ekonomi Global, Gubernur BI Sebut G20 Penting untuk Indonesia

picsart 12 10 03.16.45
G20 - Kick Off Presidensi G20 daring yang digelar di Grand Hyatt, Nusa Dua, Bali, Kamis (9/12/2021) sore.

Nusa Dua, DENPOST.id

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyebut The Group of Twenty atau G20 tahun 2022 merupakan even penting bagi Indonesia.
Melalui momen ini, kata dia, Indonesia menunjukkan bagaimana menggagas dan juga mendiskusikan dan membagi berbagai kesepakatan dan hasil konkrit dunia.
“Kedua, adalah bagaimana Indonesia bisa mensuprising berbagai kemajuan-kemajuan reformasi serta maupun ekonomi Indonesia untuk recovery together recovery stronger,” katanya.

Hal itu dia sampaikan dalam Kick Off Presidensi G20 yang digelar di Grand Hyatt, Nusa Dua, Bali, Kamis (9/12/2021). Pertemuan daring itu juga menghadirkan Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani; Menteri Keuangan Italia, Daniele Franco dan Menteri Keuangan India Nirmala Sitharaman.
Kata dia, Indonesia sebagai pemimpin sekaligus tuan rumah penyelenggaraan G20 2022 mendatang mengusung tema “Recover Together, Recover Stronger”.

Baca juga :  Sejumlah PD Golkar Badung Mundur, Ini Kata Suyasa

Tak sekadar tema, ini merupakan suatu tema yang menggambarkan solidaritas dari Indonesia terutama sebagai emerging country agar pemulihan ekonomi dunia akibat dampak pandemi Covid-19 selama dua tahun ini bisa berjalan bersama-sama.
Pertemuan tingkat deputi ini akan digelar selama dua hari, yakni pada 9-10 Desember 2021. Dengan agenda pertama yakni seminar dengan narasumber

Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani menyebut negara yang terlibat dalam G20 menentukan lebih dari 80 persen dari dan ekonomi dunia dan 75 persen arus perdagangan dunia.
Pergerakan dari negara-negara yang tergabung dalam G20 ini akan memberi pengaruh terhadap seluruh dunia.
“Tidak hanya recovery together, kita juga recovery stronger bersama-sama,” Sri Mulyani.

Dalam G20 2022 ini, Sri Mulyani, menyebutkan, ada enam prioritas agenda. Yaitu Exit Strategy to Support Recovery, Addressing Scarring Effect to Secure Future Growth, Payment System in Digital Era, Sustainable Finance, Digital Financial Inclusion, dan International Taxation.
Selain itu, ada tiga isu yang disesuaikan dengan arahan Presiden RI Joko Widodo diantaranya kesehatan yang inklusif, transformasi digital, dan transmisi energi.

Baca juga :  Objek Wisata Diserbu Warga, Sejumlah Remaja Tak Pakai Masker

Lebih lanjut Sri Mulyani menjabarkan dalam konferensi pers, recover together, recover stronger merupakan simbol untuk Indonesia bisa menjembatani negara-negara emerging dan negara berkembang, yang memang dalam situasi yang sangat rentan karena lingkungan aturan yang cukup kompleks dalam pemulihan ekonomi bersama ini.
“Jadi kalau ingin pulih bersama, ingin lebih kuat, tantangannya juga tidak mudah. Leadership Indonesia sangat diharapkan, kita sebagai host namun juga sekaligus merepresentasikan negara emerging dengan negara besar, jadi kita punya tanggung jawab,” jelasnya.

Baca juga :  Jelang G20, Progres Penataan Infrastruktur GWK Hampir 80 Persen

Tidak hanya untuk kita sendiri, lanjutnya, tetapi untuk bagian dari dunia yang suaranya mungkin tidak terwakili di G20. “Itulah yang disebut di dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) kita menjaga ketertiban dunia, berdasarkan perdamaian abadi, keadilan sosial, dan dari sisi kemerdekaan,” imbuhnya.

Dengan berlangsungnya G20 nanti, pihaknya berharap akan mendapatkan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia.
Terlebih Indonesia dalam menangani event internasional dikenal selalu sukses. Tidak hanya dari sisi logistik, tetapi juga dari respon masyarakatnya.
“Masyarakatnya (Indonesia) selalu dipuji karena kita selalu ramah dan baik, tapi juga kita selalu bisa mengorganisir konten-konten yang penting bagi dunia,” katanya.
Dia juga menyinggung, bahwa capaian vaksinasi mempengaruhi perbaiki ekonomi. Kelancaran suplay vaksin menjadi hal strategis, maka Indonesia sangat penting mampu memproduksi vaksin. (106)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini