Mangupura, DENPOST.id
Perayaan Natal bersama se-Bali di Balai Budaya Giri Natha Mandala Puspem Badung, Jumat (10/12/2021) malam diapresiasi Gubernur Bali, Wayan Koster. Hal ini dikarenakan masyarakat yang hadir dalam perayaan tersebut telah mengikuti standar protokol kesehatan Covid-19 yang baik. Mulai dari melakukan uji usap Covid-19, memakai masker, menjaga jarak tempat duduk serta cuci tangan dan menggunakan hand zanitiser sebelum masuk ke balai budaya.
Koster mengatakan, Bali selalu dilihat oleh masyarakat Indonesia bahkan dunia karena menjadi suatu pulau yang harmoni dan penuh dengan toleransi meski memiliki perbedaan dari segi keagamaan. “Momentum Covid-19 harus kita jadikan untuk mulat sarira. Satu kesempatan baik untuk menilik berbagai pandangan dan jalan kehidupan kita yang panjang ini. Pandemi covid-19 jangan kita pandang sebagai kesulitan kita dalam kehidupan, namun ini adalah suatu kesempatan baik dalam melakukan evaluasi seluruh aspek kehidupan kita untuk menuju kesempurnaan,’’ terangnya.
Koster juga mengaku bangga saat perayaan natal ini semua menaati prokes. “Para jemaah semua tertib melaksanakan protokol kesehatan sehingga kita aman dan saya yakin semuanya sudah vaksin dosis II. Bahkan sudah ikut swab antigen sebelum masuk gedung ini, jadi kita aman dan nyaman semuanya. Bapak Presiden sudah terus memberikan anjuran agar kita tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan karena pandemi belum berakhir. Ketika kita sudah melakukan pengendalian dengan baik, kini muncul lagi varian baru Omicron yang sedang diamati pemerintah pusat,” paparnya.
Ia juga bersyukur di Bali kasus Covid-19 sudah dapat dikendalikan secara bersama-sama. Berkat kerja keras bersama sampai ke tingkat desa dan desa adat. ”Kasus harian Covid-19 saat ini (Jumat, 10/12/2021) hanya tiga, jumlah sembuh 16 orang dan yang meninggal hanya 1 orang,” bebernya.
Sementara Ketua DPRD Badung, Putu Parwata, mengatakan, perayaan Natal ini selain itu mewujudkan kasih persaudaraan juga dapat memupuk rasa persaudaraan semua umat di Bali untuk hidup saling berdampingan dengan penuh toleransi dengan slogan yang ada di Bali yaitu sagilik-saguluk salunglung sabayantaka paras paros sarpanaya. “Slogan ini berarti bersatu padu, saling menghargai pendapat orang lain dan saling mengingatkan, menyayangi dan hidup saling tolong menolong. Dalam perayaan Natal ini kita mengambil tema gereja yang menghargai adat agama dan budaya dalam kasih persaudaraan. Tema ini sangat tepat jika kita hubungkan dengan situasi saat ini yakni rasa saling harga menghargai antar sesama perlu terus dipupuk sehingga tercipta kerukunan dan persatuan diantara kita terlebih dalam menghadapi tantangan global,” ujarnya.
Lebih lanjut ia mengatakan melalui perayaan natal ini semoga umat kristiani, gereja, pemerintah dan seluruh masyarakat Bali tetap semangat dengan penuh rasa kegotong-royongan membangun bali di tengah pandemic covid-19 ini. “Bangkitkan Bali bangkit bersatu tetap dalam bingkai kebersamaan dalam menghargai nilai-nilai adat dan budaya yang telah menjadi nafas kehidupan di masyarakat Bali,” paparnya. (dewa sanjaya)