Tenangkan Pelaku Pariwisata, Gubernur Janji Suarakan Kepentingan Bali ke Pusat

koster23
Gubernur Bali, Wayan Koster

Sumerta, DENPOST.id

Kegelisahan organisasi akomodasi maupun pekerja pariwisata di Bali yang tergabung dalam Forum Bali Bangkit, memuncak. Mereka kesal wisatawan mancanegara tak bisa datang ke Bali karena terhambat aturan.
Bila hingga akhir Desember 2021 tidak ada peluang Bali menerima kunjungan wisatawan mancanegara, mereka tak takut menggelar aksi turun ke jalan dengan jumlah banyak.

Menyikapi kondisi itu, Gubernur Bali, Wayan Koster, berupaya menenangkan para pelaku pariwisata melalui pertemuan yang berlangsung mendadak, Kamis (9/12/2021) di Jaya Sabha, Jl. Surapati, Denpasar.
Salah satu anggota Forum Bali Bangkit, Nyoman Sugiarta, yang turut hadir dalam pertemuan itu menangkap bahwa Gubernur telah berupaya memperjuangkan kepentingan Bali. Hanya saja, segala keputusan berada di Pemerintah Pusat.
“Beliau meminta waktu hingga bulan Desember 2021 dan akan menyuarakan dan memperjuangkan point-point yang menjadi perhatian bersama semeton Forum Bali Bangkit,” tutur Sugiarta.

Baca juga :  Usut Berkumpulnya Puluhan Orang di Kampung Jawa Saat PKM, Polisi Periksa Tujuh Orang Pemuda

Pada kesempatan itu, kata dia, Gubernur berpesan agar pelaku pariwisa tetap menjaga bersama agar kondisi Bali tetap kondusif. Pada saat yang sama, mewaspadai penyebaran Covid-19 varian Omicron.

Pekan depan, Forum Bali Bangkit akan rapat kembali dengan Gubernur dengan menyerahkan rekomendasi point-point yang akan diperjuangkan ke pusat.
Sugiarta menyebutkan, kedatangan wisman ke Bali amat menentukan nasib masyarakat Bali, utamanya mereka yang berkerja di sektor pariwisata. Kalangan ini yang menurutnya membutuhkan pertolongan mendesak.

Baca juga :  Kasus Positif Covid-19 di Denpasar Meningkat Selama PKM, Pakar Nilai Ini

Pihak Forum Bali Bangkit, kata dia, berharap Gubernur Bali terbuka terkait upaya-upaya untuk memperjuangkan kepentingan pariwisata di Bali. Selama ini dia menilai komunikasi Pemprov dengan sektor pariwisata cenderung terbatas.
Selain itu, dia berharap kepentingan politik dan memperjuangkan kepentingan masyarakat haruslah imbang.

Sementara Anggota Kelompok Ahli Gubernur Bali, Sugeng Pramono menyebutkan Gubernur Bali sangat membuka diri untuk bersama-sama memperjuangkan kepentingan pariwisata Bali ke pusat.
Selanjutnya akan ada pertemuan setiap dua pekan sekali antara Gubernur dan organisasi pariwisata untuk menyamakan visi dan aksi.

Baca juga :  Seorang Dokter di RSUP Sanglah Terpapar, Denpasar Tambah Kasus Baru  

“Setelah PPKM Nataru semoga kasus harian COVID-19 terkendali tetap landai, Pak Gubernur selama ini sudah sangat memperjuangkan apa yang menjadi keinginan stakeholder Pariwisata dan sebenarnya on progress,” ujar Sugeng.
Antara lain mendukung kebijakan tidak ada kebijakan karantina bagi wisman ke Bali.
“Pertemuan lanjutan akan dilakukan membahas point-point yang diajukan ke pemerintah pusat setelah tanggal 2 Januari 2022,” pungkasnya. (106)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini