Harga Anjlok, Petani di Songan Biarkan Tomatnya Membusuk

picsart 12 12 06.53.09
DIBIARKAN SAJA - Buah tomat yang sudah siap panen, namun dibiarkan begitu saja oleh petani.

Bangli, DENPOST.id

Para petani tomat di Kintamani, Bangli terutama di wilayah Songan, dan sekitarnya membiarkan buah tomatnya membusuk di pohon dan berserakan di bawah pohon. Pasalnya, sejak sepekan terakhir harga tomat hanya Rp1.000 sampai Rp500 per kg.

“Dibiarkan saja dipohonnya meskipun sudah siap panen. Ada juga dibiarkan begitu saja rontok di bawah pohonnya kalau yang sudah matang. Ya, mau bagaimana lagi harganya sangat jeblok. Kalau panen percuma sama halnya tak ada harganya,” kata Komang Sukarsana, salah satu petani di Desa Songan, Minggu (12/12/2021).

Baca juga :  Hujan Deras Akibatkan Tanah Longsor di Gianyar

Sementara dua bulan sebelumnya, lanjut Ketua Rumah Bawang Songan ini, harganya sempat tembus berkisar Rp10 ribu hingga Rp12 ribu per kg. Penyebabnya, kata Sukarsana, diperkirakan karena petani melakukan pola tanam bersamaan, sementara daya serap pasar rendah akibat kondisi pandemi saat ini. Dampaknya saat panen bersamaan, otomatis harga menjadi jeblok.

Sedangkan untuk harga bawang, diakuinya tergatung kualitasnya. Berkisar dari Rp8.000 sampai Rp15 ribu per kg. “Untuk harga bawang tergantung kualitasnya. Kalau harganya di atas Rp15 ribu baru petani bisa dapat untung,” jelasnya.

Baca juga :  Cetak SDM Unggul, Bunda Putri Sarankan Ikan Jadi Menu Wajib

Di tengah jeblokanya harga tersebut, nasib petani setempat juga kian sulit lantaran menghadapi serangan berbagai penyakit hama sebagai dampak musim hujan. “Serangan hama dan penyakit pada tanaman saat musim hujan lebih tinggi. Otomatis biaya perawatannya menjadi lebih tinggi. Ini yang membuat petani dalam dua Minggu terakhir cukup kecewa,” urainya.

Karena itu, para petani pun hanya bisa pasrah dan berharap pemerintah tidak hanya sekadar memberikan imbauan saja. Sedangkan harga cabai diakui mengalami kenaikan harga. Yang mana, saat ini harganya cabai kecil tembus hingga Rp70 ribu per kg. (128)

Baca juga :  Bahas Sampah Medis di Gilimanuk, Pengelola "Rapid Test" Dikumpulkan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini