Terparah Setelah 25 Tahun, Ini Penampakan Usai Banjir Bandang di Nusa Penida

bandang nusa 1
HANYUT - Kondisi mobil warga yang hanyut diterjang banjir bandang di Dusun Karangsari, Desa Suana, Nusa Penida, Senin (13/12/2021).

Semarapura, DENPOST.id

Banjir bandang yang terjadi di wilayah Nusa Penida, Klungkung mendapat perhatian serius Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, Senin (12/12/2021). Suwirta bersama jajaran langsung turun meninjau lokasi banjir bandang. Petugas BPBD Klungkung juga telah turun melakukan pembersihan di sejumlah titik.

bandang penida 1
JEBOL – Banjir bandang yang menerjang beberapa wilayah di Nusa Penida juga merusak akses jalan.

Salah satunya di Dusun Karangsari, Desa Suana. Banjir di lokasi ini mencapai ketinggian 1,5 meter. Tidak hanya jalan dan rumah warga dipenuhi lumpur, namun mobil dan tujuh sepeda motor juga ikut hanyut diterjang banjir bandang. “Mobil yang hanyut kini nyangkut di jembatan. Tujuh sepeda motor juga hanyut ke laut dan baru ditemukan enam,” ungkap Perbekel Suana, Putu Rai Sudarta.

Baca juga :  Klungkung Tiadakan Festival Semarapura

Menurut Putu Rai, banjir yang terjadi di Karangsari terjadi sekitar pukul 02.00 Wita. Saat itu, air dikatakan datang dari daerah perbukitan. Wargapun dibuat kaget karena air langsung menerjang tembok rumah, sekolah dan warung milik warga hingga hancur. Bahkan tak sedikit warga yang mengungsi membawa anak dan peralatan seadanya naik ke Pura Goa Giri Putri.

“Ada 33 KK yang terdampak banjir. Dan banjir ini yang terparah sejak 25 tahun yang lalu. Apalagi ada juga warga yang nyaris hanyut ke laut. Tapi untungnya diselamatkan anaknya,” katanya.

Baca juga :  Tak Hanya Selasa, Klungkung Siapkan Aturan Pakai Endek di Hari Lain
putus 1
AMBROL – Salah satu ruas jalan yang ambrol akibat terjangan banjir.

Sementara Suwirta langsung menginstruksikan jajarannya untuk melakukan inventarisir kerusakan yang terjadi. Untuk jangka pendek, Suwirta meminta dinas terkait membawa alat berat untuk membersihkan material atau sampah yang menutupi aliran sungai. Apalagi ada beberapa badan jalan di Desa Ped yang jebol sehingga membuat akses jalan putus.

“Kita akan rapatkan hal ini dengan dinas terkait. Tapi melihat kondisi yang terjadi kita akan tetapkan bencana di Nusa Penida sebagai tanggap darurat sehingga bisa segera tertangani,” ujar Suwirta. (119)

Baca juga :  Syarat Masuk Bali Dipermudah, Komponen Pariwisata Berterima Kasih ke Gubernur

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini