Ketua KPPAD: Setop Sebar Video Mesum ABG di Buleleng

yastini 1
Ketua KPPAD Bali, Ni Luh Gde Yastini

AKSI mesum seorang anak baru gede (ABG) yang digilir empat laki-laki ABG dan videonya viral di media sosial, mengundang keprihatinan banyak pihak. Bagaimana tidak, para ABG yang mestinya tengah serius mengenyam pendidikan, malah berbuat melenceng jauh dari kegiatan yang seharusnya dilakoni. Video itu pun kini diduga telah beredar luas. Merespons kondisi ini, Ketua Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Bali, Ni Luh Gde Yastini, angkat bicara.

Yastini mengaku amat menyayangkan kasus yang terjadi di wilayah Buleleng ini. Terhadap kasus tersebut, dia menyatakan ada dua hal yang harus disikapi. Pertama, katanya, penanganan tetap diserahkan kepada aparat penegak hukum dengan tetap memastikan hak anak baik korban dan pelaku sesuai dengan Undang-undang Perlindungan Anak dan Undang Undang Sistem Peradilan Pidana Anak. “Kedua, KPPAD juga meminta masyarakat menyetop atau menghentikan penyebaran video tersebut dan kepada aparat terkait agar menurunkan potensi penyebaran video ini sehingga tidak semakin meluas. Ingat, bagi yang menyebarkan video juga bisa dikenai UU ITE,” tegasnya, Senin (13/12/2021).

Baca juga :  Bantu Warga, Banjar Binoh Kelod Lakukan Ini

Selain itu, Yastini juga meminta agar identitas pelaku dan korban tidak disebarluaskan. “Menyebarkan identitas anak yang berhadapan dengan hukum bisa dipidana. Apapun yang menyangkut identitas anak yang berhadapan dengan hukum, baik nama, alamat, nama orangtua, itu tidak boleh disebarluaskan,” katanya.

Menindaklanjuti kasus tersebut, kata Yastini, KPPAD juga akan berkoordinasi dengan lembaga terkait di Buleleng yang mendampingi anak dan juga pemulihan psikologi anak. “Masalah seperti ini memang perlu perhatian bersama. Tidak hanya pemerintah, aparat penegak hukum dan orangtua, tetapi masyarakat juga harus ikut peduli mencegah, sehingga kasus serupa tidak terulang,” ucapnya.

Untuk pencegahan, wanita yang pernah menjabat sebagai Direktur LBH Bali tersebut mengatakan, edukasi dari keluarga dan sekolah tentang kesehatan reproduksi dan seksual harus dimaksimalkan. “Begitu juga dari sisi dampak masalah hukum bagi anak juga penting disosialisasikan agar mereka juga tahu dampak bagi masa depan kalau anak-anak melakukan perbuatan pidana atau pelanggaran. Kasus ini harus juga dijadikan cermin bagi para orangtua. Pola asuh yang baik dengan membangun komunikasi dengan anak sangat penting dilakukan, agar anak-anak kita terhindar dari pergaulan bebas dan hal-hal negatif lainnya,” tandasnya. (sur)

Baca juga :  Pengepruk Kaca Mobil Ditangkap di Kuta

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini