Penangkaran Penyu Kurma Asih, Ekowisata yang Ada di Pantai Perancak

picsart 12 13 07.06.49
KURMA ASIH - Desa Wisata Perancak, terdapat tempat penangkaran dan pelestarian hewan penyu, yakni perkumpulan “Kurma Asih” yang aktif dalam penyelamatan penyu laut.

Jembrana, DENPOST.id

Kabupaten Jembrana memiliki cukup banyak potensi wisata, seperti wisata alam, wisata religi, edukasi dan kuliner yang bisa dijadikan tujuan rekreasi wisata. Panorama laut, dengan barisan perahu-perahu nelayan yang bersandar merupakan keindahan yang tampak ketika berkunjung ke Pantai Perancak Jembrana.

Perahu-perahu nelayan ini, merupakan daya tarik utama di Pantai Perancak yang memang merupakan kampung nelayan. Ketika senja tiba, pemandangan cahaya matahari senja yang mengenai badan perahu menambah kesan eksotis. Pemandangan di Pantai Perancak ditambah cantik, dengan adanya hutan bakau yang tumbuh di sekitar wilayah pantai.

Di sore hari, sinar jingga matahari dapat disaksikan sembari melihat para nelayan yang berangkat ke laut mencari ikan. Pantulan cahaya yang mengenai air laut memberi keindahan yang tak terucapkan ketika mengunjungi Pantai Perancak. Perahu yang merupakan alat transportasi utama para nelayan untuk mencari ikan, ternyata mampu menarik kedatangan wisatawan untuk datang berkunjung.

Mayoritas penduduk Desa Perancak adalah bekerja mencari ikan di laut, sehingga tak heran jika kawasan Pantai Perancak ini dikenal sebagai kampung nelayan. Desa Wisata Perancak terdapat tempat penangkaran dan pelestarian hewan penyu, yakni perkumpulan “Kurma Asih” yang aktif dalam penyelamatan penyu laut ini. Kurma Asih sendiri memiliki arti penyayang penyu. Sejak tahun 1997, kelompok masyarakat ini menyelamatkan penyu-penyu yang mendarat di pantai, kemudian memindahkan telur-telur mereka di tempat penangkaran dan pada akhirnya melepaskan anak-anak penyu (tukik) kembali ke habitat alamnya.

Baca juga :  Pascabanjir, BPBD Jembrana Pasang Tandon Air Bersih

Kegiatan inilah yang menjadi daya tarik ketika wisatawan datang berkunjung ke Pantai Perancak. Lokasi kelompok pelestari penyu “Kurma Asih” ini terdapat di Dusun Mekar Sari, Desa Perancak, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana. Berjarak kurang lebih 98 km, degan jarak tempuh menggunakan mobil sekitar 3 jam dari Denpasar, tidak membuat Kurma Asih sepi dari pengunjung, baik turis lokal maupun mancanegara.

Salah satu latar belakang kelompok ini didirikan agar program yang telah berjalan dengan tukik baru dapat mencapai masa bereproduksi di umur 30 tahun. Tidak sampai di situ saja, umur spesies penyu dapat mencapai ratusan tahun, sehingga dapat digolongkan dalam satwa purba yang mampu hidup sampai sekarang. Selain itu, penyu juga mampu menjaga keseimbangan rantai makanan ekosistem di laut.

Baca juga :  Sehari, Satpol PP Gianyar Amankan Dua ODGJ Ngamuk

Bahkan sampai saat ini sudah bekerjasama dengan World Wide Fund for Nature (WWF) yang merupakan lembaga konservasi Internasional di luar pemerintah karena lokasi Pantai Perancak adalah sarang penyu paling banyak di Bali. Penyu yang ditangkarkan dan dilestarikan, di antaranya penyu sisik, penyu hijau, penyu lekang dan penyu belimbing. Masa bertelur penyu adalah pada April dan September.

Wakil Menteri (Wamen) Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia, Alue Dohong, belum lama ini juga sempat meninjau konservasi penyu Kurma Asih. Wamen beserta jajaran Kementerian LHK ingin mengetahui langsung proses penangkaran penyu di konservasi penyu Kurma Asih. Agenda lainnya melepas tukik sebanyak 250 ekor di Pantai Perancak.

Baca juga :  Pasien Covid-19 Meningkat, Stok Oksigen di RSU Negara Menipis

Menurut Wamen LHK, keberadaan penangkaran penyu Kurma Asih menjadi contoh yang sangat baik, sejak awal berkomitmen bersama-sama dengan masyarakat sekitar menjaga dan melestarikan satwa langka agar tidak punah.
Pujian juga diberikan Wamen ketika diinformasikan pihak pengelola bahwa dari enam jenis penyu yang ada di Indonesia, empat jenis dilestarikan di Kurma Asih ini. (120)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini