Kompetisi Bartender dan Chef, Peserta Dibatasi dan Wajib Gunakan Pelindung Mulut

chef 1
KETAT - Kompetisi chef di kawasan Kuta berlangsung dengan prokes ketat.

Sumerta, DENPOST.id

Kompetisi Captain Morgan Mixo Chef The Ultimate 2021 di kawasan Kuta pada Senin (13/12/2021) juga menerapkan standar protokol kesehatan dengan membatasi peserta yang terlibat. Kompetisi ini menampilkan para bartender dan chef berbakat Bali untuk saling membuat menu makanan dan minuman dengan rasa yang selaras.

Panitia mewajibkan peserta, juri dan pengunjung selalu mengenakan masker dan mengatur jarak fisik saat berada di lokasi. Khusus peserta dan juri, mengenakan pelindung mulut plastik dan menjaga jarak.

Ketua Himpunan Bartender Indonesia Provinsi Bali, Bayu Hendra, saat sela kegiatan menuturkan, penerapan prokes menjadi hal wajib dalam gelaran ini.
“Kalau pelindung mulut itu ketentuan panitia, itu standar prokes yang diterapkan. Artinya walaupun ini kompetisi, kami tetap mengikuti aturan,” ujarnya, didampingi Ketua Bali Chef Community, Putu Ambara Putra.

Pantauan di lokasi, peserta dan para juri disiplin mengenakan masker mulut tanpa merasa terganggu. Namun beberapa pengunjung masih kerap membuka masker saat menonton.
Bayu menilai penerapan protokol kesehatan dalam event ini terbilang baik. Selain prokes, skrining pengunjung juga diakukan panitia. Mereka yang masuk wajib menunjukkan bukti telah divaksin lengkap.

Baca juga :  Hadiri Karya “Melaspas Mendem Pedagingan” Pura Puseh dan Desa, Ini Harapan Giri Prasta

Kata dia, kegiatan ini menjadi semangat baru bagi para bartender Bali yang selama dua tahun terpuruk akibat pandemi. Juga menunjukkan kepada publik, kesiapan sektor pariwisata Bali menyambut kedatangan wisatawan mancanegara.
Dia berharap kegiatan ini bermuara kepada kedatangan wisman ke Bali, khususnya menyambut momentum Natal dan Tahun Baru 2021.

Sementara, Ketua Bali Chef Community, Putu Ambara Putra menyebut kompetisi ini bertujuan membangun kepercayaan chef dan bartender yang terpukul oleh pandemi sejak dua tahun terakhir.
Melalui kompetisi ini, para pelaku bidang food and beverage ini dapat meningkatkan keterampilannya, sehingga meningkatkan daya tawar mereka di dunia kerja.
Dari kegiatan ini akan dijaring delapan besar untuk mencari chef dan bartender terbaik. Menurut Bayu, ini merupakan kompetisi pertama yang menggabungkan skil bartender dan chef.
Masing-masing peserta harus bisa menghasilkan sebuah menu makanan dan minuman dengan paduan rasa yang cocok. Selain rasa dan kebersihan, hal penting yang dinilai juri harga bahan yang kompetitif. (106)

Baca juga :  Hendak ke Pantai Nusa Dua, Malah Disuruh Putar Haluan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini