Dirikan Dapur Umum di Banjar Tanah Bias, 87 Warga di Desa Ped Masih Terisolasi

picsart 12 14 08.00.06
DAPUR UMUM - Dinas Sosial Klungkung, yang dirikan dapur umum di Br. Tanah Bias, Ped.

Semarapura, DENPOST.id

Pascabanjir bandang yang menerjang Nusa Penida, Senin (13/12/2021) dini hari, Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta bersama anggota BWS Bali Penida, BPBD, TNI/Polri dan Damkar melakukan pemetaan daerah bencana pada, Selasa (14/12/2021).

Tidak itu saja, Dinas Sosial Klungkung juga mendirikan dapur umum di Banjar Tanah Bias, Desa Ped karena masih ada 87 warga yang terisolasi akibat banjir.

Pemetaan daerah bencana ini, dilakukan Suwirta untuk mengetahui wilayah- wilayah yang mengalami kesulitan pascabanjir. Apalagi dalam rapat yang digelar di ruang Camat Nusa Penida tersebut, Suwirta mendapat laporan dari enam perbekel yang wilayahnya terdampak banjir. Di antaranya Desa Sakti, Toya Pakeh, Batununggul, Suana, Ped dan Kutampi Kaler.

Sebagian besar para perbekel melaporkan warganya mengalami kesulitan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari pascabanjir. Seperti halnya di Desa Ped, ada 87 warga di sana masih terisolasi akibat banjir yang belum surut, sehingga warga ini kesulitan dalam melaksanakan aktivitas terutama dalam mendapatkan makan dan air bersih.

Baca juga :  Polantas Beri Kejutan ke Warga Terdampak Covid-19

Hal senada juga disampaikan Perbekel Suana, Putu Rai Sudarta. Ia mengungkapkan warganya mengalami kesulitan air bersih untuk aktivitas sehari- hari dan butuh bantuan sembako. Selain itu, banyak pula senderan dan tembok panyengker yang jebol dan sampan nelayan yang patah. Termasuk masih ada sisa lumpur di jalan yang menyebabkan sejumlah pengendara motor terjatuh akibat jalan licin.

Menindaklanjuti laporan perbekel itu, Suwirta langsung perintahkan PDAM untuk secepatnya memperbaiki jaringan air yang rusak, serta menerjunkan mobil tangki untuk membagikan air kepada warga. Kepada Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Suwirta juga meminta secepatnya dibangun dapur umum. Dapur umum selanjutnya didirikan di Banjar Tanah Bias, Desa Ped untuk memenuhi kebutuhan makanan sebanyak 300 jiwa warga.

Baca juga :  Kawal Kasus Dugaan Pemalsuan Ijazah, Margi Tunggu Hasil Gelar

“Mari kita belajar dari kejadian ini, berkat musibah ini kita semua jadi sadar bahwa pentingnya memperhatikan elevansi sebelum membangun, serta menjaga saluran air buangan supaya lancar sampai ke laut,” ujar Suwirta. (119)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini