Vaksin Anak di Bawah 12 Tahun Dimulai, Koster Tinjau di SDN 1 Besakih

picsart 12 14 08.01.53
VAKSIN ANAK - Suasana vaksinasi anak di Puskesmas IV Densel, Selasa (14/12/2021)

Sumerta, DENPOST.id

Pemerintah Provinsi Bali akan mulai melakukan vaksinasi terhadap anak usia di bawah 17 tahun, yakni usia 6 tahun sampai 11 tahun yang dilaksanakan, Rabu (15/12/2021). Pada tahap awal ini, vaksinasi ini berlangsung di sembilan kabupaten/ kota di Bali.

Di Kota Denpasar salah satunya, berlokasi di dua sekolah dasar di Desa Pedungan, Denpasar Selatan, yakni SDN 10 Pedungan dan SD Al Azhar Syifa Budi Bali.

Kadis Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya mengatakan semua kebutuhan untuk vaksinasi anak telah siap. “Sudah siap semua. Kick off Rabu besok di SD 1 Besakih oleh Gubernur Bali,” ujarnya, Selasa (14/12/2021).

Vaksinasi terhadap anak ini menggunakan jenis vaksin Sinovac, dengan jarak suntik pertama dan suntik kedua selama dua pekan. Kadiskes memastikan jenis dan dosis Sinovac aman bagi anak.
Terkait sejumlah warga yang merasa cemas terhadap Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang buruk, dia mengajak warga agar tak percaya hoaks.

Baca juga :  Polsek Ubud Bekuk Jambret Spesialis Orang Asing

Hal serupa diungkapkan Kepala Puskesmas IV Denpasar Selatan, drg. Made Saraswati Rahayu.
Diwawancarai di kantornya, Saraswati menyebut vaksinasi Sinovac aman untuk anak. Hal itu, merujuk suksesnya vaksinasi terhadap anak usia 12 tahun sampai 17 tahun.

Selain mejamin dosis dan jenis vaksin aman, setiap anak akan menjalani skrining terlebih dahulu. Bila kondisi kesehatan anak dalam kondisi baik, maka dilanjutkan dengan vaksinasi.
Namun, bila kondisi tidak memungkinkan maka vaksinasi akan ditunda.

Baca juga :  Hantam Pohon, Pemotor Tewas Dengan Kondisi Mengenaskan

Dalam pelaksanaan vaksinasi juga menerapkan protokol kesehatan secara disiplin. Dia berharap warga mendukung program pemerintah ini.
“Saat vaksinasi, pihak sekolah akan mengatur kedatangan siswa, jadi tidak terjadi kerumunan,” ujarnya.

Pihaknya juga telah melakukan sosialisasi kepada sekolah agar menginformasikan para orang tua siswa. Yang tak kalah penting, kata dia, yakni penerapan prokes dalam berbagai kegiatan. Sebab, menurutnya dengan divaksin tidak sekaligus menjadikan seseorang kebal Covid-19, melainkan meringankan gejala bila seseorang terpapar. (106)

Baca juga :  Dishub Perketat Pengawasan Perbatasan Pintu Masuk Denpasar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini