Ribuan Pegawai Kontrak Jalani Tes, Banyak Peserta Masih Gaptek

gaptek 1
TES - Tenaga kontrak Pemkab Jembrana yang masa kerjanya habis 31 Desember 2021 harus mengikuti tes untuk dapat direkrut kembali sebagai pegawai. 

Negara, DENPOST.id

Ribuan tenaga kontrak yang selama ini sudah mengabdikan dirinya di Pemkab Jembrana per 31 Desember 2021 masa kontraknya habis. Mereka harus melamar kembali dan kali ini harus menjalani tes.

Program ini merupakan hal baru yang diterapkan  Bupati Jembrana, I Nengah Tamba. Dengan tes ini diharapkan melahirkan pegawai yang berkualitas dan profesional.
Tes dilaksanakan Rabu (15/12/2021) hingga Kamis (16/12/2021) untuk pegawai lama yang mendaftar kembali dan Jumat (17/12/2021) dan Sabtu (18/12/2021) bagi pelamar baru. Tes dilaksanakan di 5 SMP.

Baca juga :  Penumpang di Gilimanuk Meningkat

Dari pengamatan di SMPN 2 Negara, di hari pertama dilaksanakan empat sesi dan masing-masing sesi 90 orang. Sebagian besar peserta tes yang merupakan tenaga kebersihan dan tukang upah pungut yang mengikuti tes di sekolah ini tidak menguasai komputer serta gagap teknologi (gaptek).
Peserta yang mengalami kesulitan dibantu oleh petugas. Diharapkan peserta dapat menyelesaikan penilaian potensi dengan baik.

Luh Korni, salah seorang peserta tes yang bekerja sebagai petugas kebersihan sejak tahun 2005 mengaku memang tidak menguasai komputer. Bahkan tidak pernah pegang komputer.
Hal senada dikatakan Gusti Komang Darmawan (53), seorang petugas kebersihan asal Pendem. Pria yang sudah bekerja sebagai petugas kebersihan sejak 1991 ini berharap apa yang dilakukan pemerintah ini untuk sesuatu yang lebih baik lagi. “Harapannya masih bisa bekerja dan mengabdi untuk Jembrana,” katanya.

Baca juga :  Percepat Vaksinasi, Kabinda Bali Gelar Vaksin Massal di Pengambengan

Dari data di BKPSDM, ada 2.590 pegawai kontrak yang dipanggil untuk menjalani tes.
Bupati Tamba mengatakan kalau pegawai kontrak masa kerjanya selasai 31 Desember 2021. “Jika mereka dievaluasi dan dibutuhkan itu wajar. Bisa saja selama bekerja, pekerjaannya tidak bagus ya perlu dievaluasi. Anggaran kan ada. Yang antre untuk bekerja juga banyak. Dan, harapan kami mereka juga bekerja lebih baik. Kalau alasan pandemi, semua kena dampak pandemi. Jika kerja tidak bagus apa dipaksakan mereka dipakai semua?” ujarnya.

Baca juga :  Diskoperindag Jembrana Bagikan Ribuan Masker di Pasar

Terkait adanya isu calo, Bupati Tamba mempersilakan untuk melaporkan dan menangkapnya. “Tapi calo itu tidak ada,” tegasnya. (120)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini