Optimalkan Potensi, Desa Adat Kuta Bentuk BUPDA

bumda kutsel 1
BUPDA - Pengukuhan Pengelola BUPDA Kuta oleh Bendesa Adat Kuta.

Kuta, DENPOST.id

Dalam upaya mengoptimalisasi pemanfaatan potensi yang ada, Desa Adat Kuta membentuk Baga Utsaha Padruwen Desa Adat (BUPDA). Pelantikan jajaran pengelolanya telah dilakukan Rabu (15/12/2021). Kegiatan yang bertempat di areal Pasar Seni Kuta tersebut juga sekaligus dirangkai peresmian Kantor BUPDA Kuta.

Bendesa Adat Kuta, Wayan Wasista mengaku bersyukur atas terbentuknya BUPDA Kuta yang sudah lama diharapkan. Pembentukan BUPDA tersebut, kata dia, tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk para panglingsir dan Tokoh Kuta. “Melalui BUPDA ini kami ingin mengoptimalisasi potensi yang ada di Desa Adat Kuta. Hal tersebut tiada lain bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” harapnya.

Baca juga :  Karantina Bertahap Dinilai Perlu Dilakukan

Dikatakannya, BUPDA ini bukan untuk kepentingan pribadi melainkan untuk kepentingan bersama krama Desa Adat Kuta, sehingga potensi yang dimiliki bisa dikeloka secara maksimal.
“Ini didasarkan atas rasa jengah kami agar berbagai potensi yang ada di Desa Adat Kuta nantinya bisa terkelola secara maksimal. Kami harap ini mendapat dukungan dari semua,” ujarnya.

Ketua Tim Pembentukan BUPDA Kuta, I Made Rudika, mengatakan, sebagai dasar keberadaan BUPDA, desa adat juga telah mengesahkan pararem BUPDA melalui parum pada Agustus 2021 lalu. Dilanjutkan dengan pembentukan Tim Pembentukan BUPDA yang disahkan pada 28 November 2021 melalui paruman Desa Adat Kuta di natar Pura Puseh Desa Adat Kuta.
“Rapat perdana kami laksanakan pada 4 Desember 2021 lalu. Agendanya yakni penyamaan persepsi dan membentuk rencana kerja,” beber Rudika.

Baca juga :  Pandemi, Hotel Discovery Kartika Plaza Tetap Buka Demi Eksistensi pariwisata

Salah seorang anggota DPRD Badung asal Kuta, IGN Anom Gumanti, menyatakan mendukung pembentukan BUPDA tersebut. Karena dengan begitu akan bisa memaksimalkan potensi yang ada di Desa Adat Kuta dalam upaya untuk mensejahterakan warganya. Kepada pengelola dia berpesan, meskipun BUPDA ini adalah “Profit Oriented” agar tetap mengedepankan pengabdian atau ngayah demi kesejahteraan krama Kuta. “Ini kan sebagai sarana pendukung optimalisasi potensi Kuta dari sektor pariwisata. Selaku krama Kuta saya optimis ini bisa berjalan dengan baik dengan dukungan semua pihak,” katanya.

Baca juga :  DLHK Badung Buru Pembuang Sampah di Hutan Mangrove

Camat Kuta, Nyoman Rudiarta, mengaku sangat mengapresiasi lahirnya BUPDA Kuta. Karena BUPDA Kuta notabene juga merupakan bagian dari pelaksanaan Peraturan Daerah (Perda) Bali Nomor 4 tahun 2019 tentang Desa Adat. “Terbentuknya BUPDA Kuta ini juga sekaligus akan kami gunakan sebagai contoh bagi desa adat lainnya,” ucapnya. (113)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini