Tingkatkan Profesionalisme Siswa, SMKN 3 Singaraja Dibantu Mesin dan Transmisi Mobil

picsart 12 17 07.08.00
TANDATANGANI MOU - Kepala SMKN 3 Singaraja, Ir. Nyoman Suastika, saat menandatangani MoU dengan PT. Astra Daihatsu Motor, di aula sekolah setempat, Jumat (17/12/2021)

Singaraja, DENPOST.id

SMKN 3 Singaraja, sebagai sekolah kejuruan teknik di Buleleng, Jumat (17/12/2021), mendapatkan bantuan mesin dan transmisi dari PT Astra Daihatsu Motor. STEMSI merupakan salah satu dari enam penerima bantuan yang sama di Indonesia.

Bantuan yang sama juga diterima SMK Antartika 1 Sidoarjo, SMK Teknologi Balung, SMKN 2 Kraksaan Probolinggo, SMKN Negeri 1 Wonoasri Madiun, dan SMA Islam 2 Durenan.

Kepala SMKN 3 Singaraja, I Nyoman Suastika mengatakan kerjasama yang dijalin melalui program pintar bersama Daihatsu ini, ada sejumlah indikator yang harus dilengkapi. Mulai dari akreditasi sekolah, budaya sekolah, hard skill dan soft skill. Sebagai sekolah kejuruan, diwajibkan menjalin kerjasama dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).

“Sebelumnya kami sudah melakukan kerjasama mulai dari kurikulum, magang guru, magang siswa, guru tamu termasuk sertifikasi siswa. Tentu bantuan ini sangat penting untuk mendukung peningkatan kompetensi siswa kami di bidang produktif,” jelas Suastika.

Baca juga :  Mantan Paskibraka Buleleng Jadi Duta Pancasila

Sementara Kepala Departemen PT Astra Daihatsu Jakarta, K Belly mengatakan program sekolah binaan ini diinisiasi karena serapan tamatan SMK di perusahaannya masih cukup rendah. Padahal peluang lapangan kerja baru yang dibuka perusahaan swasta setiap tahunnya sangat terbuka lebar. Dengan pembekalan kompetensi, diharapkan kedepannya kebutuhan rekrutmen tenaga kerja dari lulusan SMK memenuhi kualifikasi industri.

Kadisdikpora Provinsi Bali, yang diwakili Dewa Putu Wenten mengatakan kerjasama SMK dengan DUDI sangat penting. Hal tersebut, karena siswa lulusan SMK lebih banyak dituntut pada kompetensi produktif sesuai dengan jurusannya, sehingga pengajaran yang diberikan di sekolah harus sedapat mungkin menyamai praktek langsung di dunia industri.

Baca juga :  Gubernur Koster Luncurkan SE Tata Titi Kehidupan Masyarakat Bali 

“Kami dorong dan wajibkan seluruh sekolah SMK di Bali, bekerjasama dengan industri, termasuk kurikulumnya harus menyesuaikan dengan dunia industri. Kerjasama ini juga dapat meningkatkan kompetensi siswa, dengan harapan setelah kompetensi meningkat lulusan SMK serapan di industri dapat lebih maksimal,” tandasnya.(118)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini