Dukung Pencegahan Covid-19, BEM Hukum UTI Gencarkan Sosialisasi Prokes

picsart 12 19 07.02.13
Ketua BEM Fakuktas Hukum dan Fisip Universitas Teknologi Indonesia (UTI), Kadek Puja Artawan

Kutsel, DENPOST.id

Pandemi Covid-19, yang belum juga berakhir mengundang insan kampus untuk ikut bergerak membantu pemerintah.
Salah satunya dengan gencar melakukan sosialisasi pencegahan Covid-19, serta melalui bakti sosial (Baksos). Seperti pembagian masker maupun sembako kepada warga yang membutuhkan.

“Selama ini beberapa program ada yang sudah jalan dan ada juga yang terkendala pandemi. Namun, kepengurusan BEM kali ini akan lebih kami gencarkan,” ujar Ketua BEM Fakuktas Hukum dan Fisip Universitas Teknologi Indonesia (UTI) yang baru dilantik, Kadek Puja Artawan, Minggu (19/12/2021).

Baca juga :  DPRD Denpasar Minta Jabatan Lowong Segera Diisi

Mahasiswa yang akrab disapa Dek Puja, tidak memungkiri
Pandemi Covid-19, menjadi tantangan tersendiri bagi pihaknya. Bahkan, dia yang juga menjadi pengurus BEM 2020-2021 program hanya efektif berjalan sekitar 30 persen. Dengan dirinya terpilih sebagai Ketua yang baru, kini akan berupaya untuk kembali menggerakkan roda kegiatan mahasiswa hingga paling tidak mencapai 90 persen di tahun 2021-2022.

Bahkan baginya kini menjadikan pandemi sebagai sebuah tantangan bagi organisasi BEM, berbekal pengalaman sebelumnya. Karenanya, dia akan mencari terobosan dan inovasi baru agar program yang dirancang bisa sejalan dan bahkan mendukung program pemerintah dalam mengatasi pandemi ini.

Baca juga :  Pedagang di Pantai Kuta, Penghasilan Seret, Berharap Buka Pariwisata Internasional

Seperti menggencarkan sosialisasi tentang prokes, serta kegiatan baksos bagi-bagi masker atau sembako ke masyarakat.

Anak kedua dari Danru Pol. PP Kutsel, Wayan Suharyana ini menegaskan bagaimana strategi mengkolaborasikan antara kegiatan BEM dengan semua aturan dari pemerintah yang tentunya wajib dijalankan di masa pandemi. “Intinya bagaimana prokes bisa tetap terjaga dan kegiatan bisa tetap berjalan dengan pengaturan. Tentunya hal itu juga memerlukan koordinasi dengan Satgas Covid-19, di masing-masing wilayah. Jadi strateginya menurut saya itu menyesuaikan regulasi yang ada. Bagaimana kita memahami regulasi itu, dengan baik dan melakukan pengaturan,” ujar mahasiswa yang juga penghobi seni budaya Bali ini. (sugiadnyana)

Baca juga :  Badung Targetkan 70 Persen Pedagang Pasar Disuntik Vaksin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini