Mayor Caj (K) Komang Artayani, Kowad Pertama yang Jabat Kapenrem 163

kapenrem
Komang Artayani

MAYOR Caj (K) Komang Artayani mengukir sejarah baru menjadi personel Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) pertama yang mejabat Kepala Penerangan Korem 163/Wira Satya (WSA), kendati saat ini belum devinitif.

Tentara berdarah Karangasem ini lama bertugas di Ajudan Jenderal Daerah Militer IX/Udayana dengan jabatan yang cukup diperhitungkan yakni Kasiminperspra Ajendam dan Kasiminpers PNS Ajendam IX/Udayana.

Diwawancarai Minggu (19/12) kemarin secara daring, wanita kelahiran 27 September 1975 ini mengaku menjabat orang nomor satu di Penrem 163/WSA tak pernah ia bayangkan. “Antara percaya dan nggak percaya. Terus terang, jabatan ini tidak pernah terpikir oleh saya. Tapi saya berkomitmen apa pun amanah yang diberikan, saya lakoni sebaik-baiknya,” tegas Artayani.

Baca juga :  Polisi Belum Temukan Tindak Pidana Penyekapan Pengontrak Tanah di Sesetan

Beradaptasi dengan lingkungan baru, menurutnya, gampang-gampang susah. Ia, yang sebelumnya lebih banyak bekerja di perkantoran, kini harus rajin turun ke lapangan saat kegiatan Korem 163/ WSA. Termasuk dalam urusan menjalin komunikasi dengan pewarta (wartawan). Artayani terkadang canggung berhadapan dengan para pewarta yang notabene didominasi kalangan pria.  Kondisi ini, menurutnya, sekaligus menjadi tantangan dalam bertugas, salah satunya  menghilangkan rasa minder. “Jadi saya harus bisa membuktikan kalau saya bisa sejajar dengan kaum pria,” ungkapnya.

Pada sisi lain, Artayani senang bisa mengenal lingkungan baru ini karena mampu menambah wawasan di luar lingkungan militer. “Ini pengalaman baru tentunya yang akan menambah wawasan saya karena ada teman-teman baru di lingkungan pewarta yang notebene wawasan mereka juga sangat luas,” ungkapnya.

Baca juga :  Punya Pemimpin Baru, APHB Makin Semangat Ngayah untuk Bali dan Hindu

Sejauh ini, tantangan di bidang penerangan mampu ia hadapi bersama para personel Penrem 163/ WSA lainnya. Ditanya mengenai ukuran sukses seorang Kapenrem, Artayani tak menjawab langsung. “Bagi saya, ukuran sukses untuk saya tidak ada. Saya hanya berpikir bagaimana tugas yang diberikan kepada saya bisa terlaksana dengan baik tanpa ada teguran atau masalah,” imbuhnya.

Penrem 163/WSA berperan strategis dalam menyukseskan program kerja Korem 163/WSA. Penrem bertugas memberitakan kegiatan-kegiatan di lingkungan Korem.  “Ini sama sebenarnya dengan profesi jurnalis. Cuma ada beberapa yang memang tidak boleh dipublikasikan,” pungkas Artayani. (wir)

Baca juga :  Tim Reptil BPBD Kota Denpasar Tangkap Ular Sanca yang Masuk Rumah Warga

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini