Legenda “Patih Anom” Tutup Usia

picsart 12 20 01.37.39
Almarhum AA Gede Rai Kalam saat memerankan tokoh patih anom

Semarapura, DENPOST.id

Dunia seni Klungkung berduka. Salah satu seniman drama gong, AA Gede Rai Kalam (84) asal Puri Satria Kawan, Desa Paksebali, Kecamatan Dawan tutup usia, Senin (20/12/2021) sekitar pukul 09.30 Wita. Sesepuh drama gong yang dikenal berperan sebagai patih anom ini meninggal di rumahnya setelah bertahun-tahun melawan penyakit diabetes yang dideritanya.

Menurut putrinya, Anak Agung Istri Oka Yuniari, almarhum (AA Rai Kalam) selama ini lebih banyak menghabiskan waktu di tempat tidur. Ia selama bertahun-tahun melawan penyakit komplikasi diabetes yang dideritanya. Ia juga sudah beberapa kali dirawat di rumah sakit karena penyakitnya tersebut.

Baca juga :  Soal PPDB, BMPS Minta Sekolah Negeri Terima Siswa Sesuai Kuota

“Dua hari lalu pas saya pulang, ajik (ayah) masih bisa diajak bicara. Bahkan sebelum meninggal, beliau sempat minta dicukur dan dipotong kukunya,” ujar Yuniari sambil meneteskan air mata.

Menurut Yuniari yang merupakan anak nomer dua AA Rai Kalam, jenazah almarhum rencananya akan dipalebon. Namun dirinya mengaku masih berunding dulu dengan keluarga besar terkait waktu untuk melaksanakan upacara tersebut.

“Kami masih menunggu keluarga yang lain. Karena beliau hanya punya lima anak cewek. Dan, kami juga ingin minta petunjuk dulu dengan Ida Sulinggih,” katanya.

Suasana duka terlihat di rumah duka AA Gede Rai Kalam di Puri Satria Kawan, Desa Paksebali Senin siang. Sejumlah kerabat mulai berdatangan setelah seniman legendaris itu meninggal dunia. Mereka ada yang terlihat membuat banten dan ada yang menyiapkan tempat untuk memandikan jenazah.

Baca juga :  Pemkab Klungkung Luncurkan Garam Beryodium Kusamba ke Pasaran

AA Gede Rai Kalam merupakan legenda drama gong Bali yang aktif di tahun 1960 hingga tahun 1990’an. Selama berkecimpung di dunia drama gong, AA Rai Kalam lebih dikenal melakoni peran protagonis sebagai patih anom. Di usia senjanya,  AA Rai Kalam dikaruniai lima orang putri dan enam orang cucu.

Nama Rai Kalam sebagai pemeran patih anom semakin populer dan mencapai puncaknya di seka drama gong Bintang Bali Timur (BBT) bersama dengan tokoh drama gong lainya seperti Wayan Lodra yang tampil sebagai Raja
Muda dan I Gde Yudana (alm) yang kerap tampil sebagai Raja Buduh dan juga Wayan Sukeh sebagai Patih Agung. Karena ketokohanya tersebut Rai Kalam juga sempat dipanggil Presiden Soeharto ke Istana Negara untuk
menerima penghargaan.

Baca juga :  Diduga Arus Pendek, Mes Dokter di Puskesmas Dawan II Terbakar

Sementara itu Rai Kalam juga menerima seabrek
penghargaan dari Pemprov Bali dan pemkab Klungkung. Di antaranya adalah
piagam penghargaan seniman tua, Darma Kusuma Bali dan Aji Swaka
Nugraha dari Kabupaten Klungkung. (119)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini