Proyek Penataan Pantai Sanur, Dewan Denpasar Sebut Kurang Rapi

picsart 12 20 06.24.15
TINJAU PROYEK - Komisi III DPRD Kota Denpasar, saat meninjau proyek penataan Pantai Sanur, Senin (20/12/2021)

Sanur, DENPOST.id

Komisi III DPRD Kota Denpasar bersama Wakil Ketua DPRD, I Wayan Mariyana Wandhira, Senin (20/12/2021), meninjau pengerjaan proyek penataan Pantai Sanur di kawasan Pantai Duyung, Sanur. Sebelum ke Sanur, rombongan Komisi III juga sempat meninjau proyek penataan Pasar Kumbasari.

Dalam sidak di kawasan Pantai Duyung Sanur, yang dipimpin Ketua Komisi III, Eko Supriadi ditemukan beberapa pengerjaan yang tidak sesuai.

Wakil Ketua DPRD, I Wayan Mariyana Wandhira mengatakan banyak pemasangan batu andesit yang tidak rapi, sehingga hal tersebut mengurangi estetika dari penataan tersebut. “Natnya tidak sama, potongannya tidak rapi juga. Harusnya estetika diperhatikan. Apalagi kawasan ini menjadi destinasi wisata,’’ kata Wandhira.

Seperti diketahui, proyek berupa pembuatan jogging track, dananya berasal dari Balai Wilayah Sungai Bali Penida. Selain kerapian, Wandhira juga menyoroti kekuatan dari jogging track yang baru dibuat. Terlebih di kawasan Pantai Duyung ini, ombak selalu pasang saat bulan purnama. Bahkan air sampai masuk ke kawasan restoran di kawasan tersebut. ‘’Jangan sampai kena pasang langsung ambles, karena saat purnama ombak di sini selalu besar. Apakah ini sudah dilakukan kajian,’’ ujarnya, seraya minta agar penataan ini tidak sekadar selesai, namun juga memperhatikan kekuatan.

Baca juga :  Mampu Terbang Sejauh 30 Km dan Kecepatan 130 Km/Jam, Taksi Terbang Mengudara di Bali

Sementara itu, anggota Komisi III DPRD Denpasar, AA Susruta Ngurah Putra meminta agar perlu dibuatkan pemecah ombak atau senderen yang kuat. Agar saat terjadi ombak besar tidak sampai merusak jogging track ini. “Kondisi alam juga harus diperhatikan. Harus ada pemecah ombak karena ombaknya besar. Atau harus dibuat senderen agar kuat,” katanya.

Ketua Komisi III, Eko Supriadi menambahkan setelah dibangun jogging track ini, perlu juga dilakukan penataan pesisir pantai seperti pengaturan parkir jukung maupun penataan pasir. “Nanti perlu dirapikan juga, pasir-pasirnya agar diratakan. Selain itu parkir jukung juga dirapikan,” katanya.

Baca juga :  Jembrana Raih Penghargaan Kabupaten Layak Anak Kategori Nindya

Terkait hal tersebut, Direksi Teknis BWS Bali Penida, Komang Kurniawan Adi Kusuma mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi terkait kekurangan yang ditemukan Dewan Denpasar. “Terkait kualitas proyek ini, akan kami tingkatkan sesuai kontrak dan spek. Bila perlu akan kami tingkatkan lagi,” katanya.

Mengantisipasi ombak atau gelombang, pihaknya mengaku sudah melakukan kajian. “Konsultan sudah melakukan kajian. Dari hasil kajian ini jika ada gelombang ekstrem memang ada persentase damage atau kerusakan sedikit,” ucapnya.

Baca juga :  Warga Sambut Antusias Vaksinasi Kedua di GKY Kuta

Sementara terkait pemasangan andesit maupun nat yang tidak rapi, pihaknya akan melakukan proses finishing saat semua andesit sudah terpasang. “Terkait kerusakan-kerusakan di luar pekerjaan kami tahun ini, akan dilanjutkan penataannya oleh Pemkot Denpasar tahun 2022,” jelasnya.

Nilai kontrak dari pengerjaan ini Rp9 miliar dan tuntas pada, 31 Desember 2021. Volume proyek panjang 4 km, sedangkan pengerjaan total sepanjang 5,8 km. Saat ini, pengerjaan proyek sudah 86 persen. (105)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini