Bupati Jembrana I Nengah Tamba: Siap ‘’Ledakkan Deposito yang Belum Cair’’

tambaku1
Bupati Jembrana I Nengah Tamba

MEMIMPIN suatu daerah di tengah pandemi covid-19 bukanlah perkara mudah. Diperlukan perjuangan keras dan inovasi agar masyarakat tetap bertahan hidup, terlebih memajukan daerah agar sejajar dengan daerah lain. Hal itu pula yang dialami I Nengah Tamba. Dia kini berjuang keras untuk mengajak masyarakat menuju tahun emas atau tahun bahagia.

‘’Saya mohon maaf bila masyarakat menilai masih ada sektor pembangunan yang belum berjalan normal. Secara bertahap, bulan demi bulan, saya akan berjuang keras sehingga masyarakat memasuki tahun emas,’’ ujar Bupati Jembrana ini, saat ditemui di Denpasar belum lama ini.

Impiannya itu tidak mustahil, karena Tamba memang tak pernah berhenti berjuang. Dia selalu berinovasi dan membuat terobosan, sehingga beberapa proyek jalan serta dinikmati masyarakat Jembrana. ‘’Sebagai kepala daerah, saya harus punya mimpi, dan mimpi itulah yang akan mengantarkan kami untuk mewujudkan pembangunan demi masyarakat luas,’’ tegas pria asal Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, yang lahir tahun 22 Maret 1964 ini.

Baca juga :  Warga Minta Pelaku Prank Pocong Ditindak Tegas

Tamba memulainya dengan melatih dan memaksimakan anak-anak muda agar bertumbuh secara mandiri. Apalagi kabupaten yang dipimpinnya punya sektor andalan seperti pertanian, peternakan, dan perikanan. Selain itu dia mempersiapkan destinasi pariwisata menuju tahun 2026. Kuncinya tentu pembangunan jalan tol Gilimanuk-Mengwi, Badung. Jika jalan tol itu terwujud tentu akan sangat memudahkan warga yang bepergian dari Ibukota Provinsi Bali di Denpasar menuju Jembrana. Apalagi kabupaten ini punya kawasan wisata baru seluas 600 hektar dari 1.200 hektar lahan milik Perusda setempat. Lahan 600 hektar itu nanti dimanfaatkan untuk kawasan wisata modern, namun tidak sampai mengabaikan kontens lokal. Tamba yakin pariwisata bakal bangkit kembali, karena setiap orang membutuhkan waktu untuk bersantai dan mencari hiburan ketimbang hanya bekerja. Tak salah jika dia mengembangkan pariwisata ini dengan istilah out of the box. Dia menganalogikan potensi wisata itu sebagai deposito yang belum dicairkan saja. Deposito itu nanti ‘’diledakkan’’ sehingga Jembrana bakal menjadi kabupaten yang kaya dan mampu bersiang dengan kabupaten lain, seperti Badung.

Tamba juga tak mau kalau Jembrana hanya sebagai penonton. Karenanya dia mohon ke pemerintah pusat dan Bali agar Jembrana dibantu pendanaan untuk tahun  2022 mendatang. Saat itu, tamba memulai dengan pengembangan sektor industri seperti kain endek khas setempat. Tak ketinggalan pengembangan budaya makepung dan kesenian jegog sebagai ciri khas Jembrana. Potansi budaya itu akan dikemas sedemian rupa sehingga bisa disaksikan setiap saat oleh wisatawan. ‘’Saya yakin kerja keras dan impian saya terwujud menuju Jembrana tahun emas,’’ tandas Tamba. (yad)

Baca juga :  Diduga Orang Tua Lalai Awasi Anak Bermain, Balita Tewas Tenggelam di Bak Penampungan Air

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini