Harga Cabai Mulai “Pedas”

picsart 12 21 01.55.12
CABAI - Pedagang bumbu dapur di Pasar Kidul, Bangli.

Bangli, DENPOST.id

Jika harga tomat merosot drastis, harga cabai justru kebalikannya. Ya, sejak sepekan terakhir harga cabai rawit kian “pedas”. Bahkan kenaikan harga terjadi hingga empat kali lipat dari harga sebelumnya. Diperkirakan kenaikan harga tersebut terjadi lantaran hasil panen mengalami penurunan akibat cuaca buruk.

Menurut salah seorang pedagang bumbu dapur di Pasar Kidul Bangli , Nyoman Sani, harga cabai rawit mulai mengalami kenaikan secara bertahap sejak sepekan terakhir. Awalnya harga cabai hanya berkisaran Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu per kilogramnya, kini naik drastis menjadi Rp 65 ribu hingga Rp 85 ribu per kilogram.

Baca juga :  Semua Kontak Erat Bocah di Demulih, Bangli, Negatif Corona

“Kenaikan sudah sejak seminggu lebih. Kalau yang kualitas bagus kemarin masih Rp 75 ribu tapi sejak pagi tadi sudah Rp 85 ribu per kilo. Kalau yang campur dapat lebih murah sekitar Rp 65 ribu per kilo,”ungkapnya, Selasa (21/12/2021).

Sani menambahkan, kenaikan harga terjadi lantaran berkurangnya pasokan cabai dari petani ke pasar tradisional sejak memasuki musim hujan yang terjadi belakangan ini. Akibat melambungnya harga cabai, para pembeli mengurangi permintaan. Misalnya biasanya beli 2 kilogram, sekarang hanya membeli 1/2 atau 1 kilogram. “Sekarang pasokan juga seret. Katanya di petani banyak yang mengalami penurunan panen karena terserang penyakit akibat cuaca buruk. Kalau pembeli jelas turun, waktu harga normal sehari dapet jual hingga 15 kilo, sekarang paling banyak 5 kilo saja ,” imbuhnya.

Baca juga :  Sisilia Jadi CEO Termuda BRI, Cermin Perempuan Muda Multitalenta

Sementara salah seorang ibu rumah tangga, Kadek Ariani menuturkan, akibat kenaikan harga cabai ini, dirinya harus mengurangi pemakaian cabai untuk bumbu masakan. “Kalau mahal seperti ini ya terpaksa diatur pemakiannya. Kalau dulu setiap masak mengunakan 10 biji sekarang paling empat atau lima biar terasa saja. Mudah-mudahan harga cabai bisa kembali normal,” harapnya.

Hal yang sama juga dikatakan Emak Ajeng, salah seorang pedagang warung nasi lalapan di Bangli. Pihaknya terpaksa mencampur bumbu dengan cabai merah besar untuk bumbu panggang baik untuk ayam, ikan dan tempe. Sedangkan untuk bumbu sambal, masih tetap pakai cabai rawit, hanya porsi yang dikurangi.

Baca juga :  Cegah Pelajar Berkasus, Ini yang Dilakukan Kepolisian

“Kalau biasanya satu porsi sambalnya bisa 2-3 sendok, sekarang kasi hanya 1,5 sendok saja. Kalau ada yang mau beli tambahan sambal biasanya saya kasi harga dua sampe tiga ribu, sekarang minimal lima ribu. Kalau sambalnya dicampur cabai besar, nanti rasanya kurang sedap apalagi yang doyan pedas. Tapi saya kira para pembeli juga sudah paham kalau harga cabai naik,” ujar perempuan asal Lumajang, Jawa Timur ini. (128)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini