Ajik Krisna Kini Incar ‘’Lengis Tandusan’’ Setelah Berkebun di Buleleng

ajik
BERSAMA BUPATI - Ajik Krisna bersama Bupati Jembrana I Nengah Tamba saat penutupan pameran kuliner Negaroa di arena Bali Bangkit di Taman Budaya-Art Centre, Selasa (21/12/2021).

HIDUP di tengah pandemi covid-19, bagi pendiri Krisna Oleh-oleh Gusti Ngurah Anom, justru lebih banyak menguras energi. Hal itu karena dia lebih banyak berinovasi dan terus mengembangkan usaha sehingga tetap eksis. Pandemi yang berlalu satu setengah tahun, bukannya membuat Gusti Ngurah Anom yang lebih dikenal dengan panggilan Ajik Krisna ini mandek. Justru di tengah krisis ini dia mampu melahirkan produk baru ‘’Serba Ajik’’. Dia tak ingin berpangku tangan atau pesimistis seperti teman-temannya akibat terdampak pandemi.

‘’Saya tak berpikir waktu itu apakah produk saya ada yang mau beli atau tidak, yang penting saya terus bekreasi, berkarya dan berkebun,’’ kata Ajik Krisna, saat penutupan pameran kuliner Negaroa di arena Bali Bangkit di Taman Budaya-Art Centre, Selasa (21/12/2021).

Pria kelahiran Buleleng pada 5 Maret 1971 ini sekarang bisa bahagia karena perjuangan kerasnya selama pandemi membuahkan hasil. Ketika situasi mulai membaik, kasus covid-19 mulai turun, produk Ajik Krisna laku keras. Hal itu berkat inovasinya yang luar biasa, terutama melirik produk-produk yang selama ini tidak ditinggalkan krama (masyarakat) Bali.

Baca juga :  Rekontruksi Pembunuhan Pemilik Warung Barokah Terungkap Berawal Ini

‘’Jika saja saya tidak berinovasi saat pandemi, mungkin sangat berat bagi saya saat ini. Bayangkan saja, kunjungan tamu ke Krisna Oleh-oleh menurun dua kali lipat saat sebelum pandemi,’’ tegas Ajik Krisna didampingi partnernya, Bupati Jembrana I Nengah Tamba.

Sedangkan sekarang anak bungsu dari 7 bersaudara ini menggarap kebun seluas 23 hektar yang ditanami kacang tanah, serai, delima, papaya, dan nenas di Buleleng. Dia menjalin kerja sama dengan anggota TNI untuk menggarap kebun seluas itu.

Menariknya, hasil 50 persen produksi kacangnya disumbangkan ke masyarakat setempat. Dari sana pula lahir Kacang Ajik, Pia Susu Ajik, Bakpia Ajik, Bali Banana Krispy, dan terakhir yang diluncurkan pada 31 Oktober 2021 yakni Minyak Herbal Ajik untuk pijat, obat gatal dan luka.

Baca juga :  Di Denpasar, 205 Orang Terpapar Covid-19 dan Dua Pasien Meninggal

Ditanya mengenai idenya di masa mendatang, Ajik Krisna tidak menyembuyikannya alias selalu terbuka. Dia mengaku menemukan sesuatu saat mengunjungi Jembrana sambil menyalurkan hobi olahraga off-road di hutan. Nah saat pulang dari off-road itu, Ajik Krisna mengaku melihat masyarakat dan ibu-ibu pulang membawa hasil kebun, terutama kelapa. Seketika itu juga naluri bisnisnya bangkit, sehingga dia melirik lengis tandusan (minyak kelapa) sangat potensial untuk dikembangkan. ‘’Lengis tandusan sekarang sangat langka. Bahkan restoran ayam betutu milik saya kewalahan mendapatkan lengis tandusan. Saya sampai mencari ke Karangasem, ternyata belum dapat juga,’’ tegas pria yang lahir dan dibesarkan di Tangguwisia, Buleleng  ini.

Baca juga :  Rabu, 48 Orang Terpapar Covid-19 dan Dua Pasien Meninggal di Denpasar

Belum lagi untuk memproduksi Minyak Ajik yang membutuhkan lengis tandusan sangat banyak. Karenanya, dia berharap Pemkab Jembrana melalui Bupati I Nengah Tamba mendukung pengembangan lengis tandusan ini. ‘’Saya akan kumpulkan masyarakat/ibu-ibu yang mampu membuat minyak tandusan, karena modal tak terlalu besar dan alat-alatnya tradisional,’’ tegasnya.

Soal bisnis yang satu ini, Ajik Krisna juga mau buka kartu. Hasil penelusurannya di Karangasem bahwa kebutuhan minyak tandusan per hari di wilayah setempat mencapai 500 botol. Satu usaha yang memproduksi minyak tandusan sebanyak itu juga kawalahan. ‘’Kalau bisa memproduksi seratus botol per hari tentu hasilnya lumayan,’’ bebernya.

Mengenai aktivitas otomotif sekarang, Ajik Krisna mengaku putar haluan dari supercar ke off-road. ‘’Saya terjun ke off-road karena sangat unik, antara orang kaya dan miskin itu sama. Bahkan kalua off-road, saya sama Pak Bupati,’’ tandas Ajik Krisna melirik Tamba di sampingnya. (dof)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini