Cegah Stunting Sejak Sebelum Menikah

muntig
TALKSHOW – Talkshow dengan tema “Love Your Self, Love Your Health” yang digelar FK Puspa Kota Denpasar bekerjasama dengan APSAI Kota Denpasar, di Taman Inspirasi Muntig Siokan, Merta Sari, Sanur, Selasa (21/12/2021).

Sanur, DENPOST.id

Serangkaian memperingati Hari Ibu yang jatuh setiap 22 Desember, Forum Komunikasi Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak  (FK Puspa) Kota Denpasar bekerjasama dengan Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) Kota Denpasar, Selasa (21/12/2021) menggelar talkshow  kesehatan dan kecantikan, di Taman Inspirasi Muntig Siokan Merta Sari, Sanur. Acara dengan tema “Love Your Self, Love Your Health” menghadirkan empat narasumber yakni Ketua TP PKK Kota Denpasar, Antari Jaya Negara; Wakil TP PKK Kota Denpasar sekaligus Ketua Umum FK Puspa Kota Denpasar, Ayu Kristi Arya Wibawa; dr. Ida Ayu Indira, Sp.OG dan dr. A.A. Laksmi, Sp.KK.

Beberapa topik menarik diangkat dalam dialog ini di antaranya masalah stunting, kesehatan reproduksi (kespro) dan kecantikan.

Ayu Kristi Arya Wibawa mengatakan, masalah stunting, kespro dan kecantikan memang cukup menarik untuk dibahas. Terlebih FK Puspa selama ini memang fokus memberikan perhatian untuk kesehatan anak dan pemberdayaan perempuan. “FK Puspa terdiri dari empat bidang yakni pemenuhan hak anak, pemberdayaan perempuan, bidang perlindungan khusus dan media.  Salah satu program unggulan kami yaitu hentikan kekerasan terhadap perempuan dan anak, hentikan perdagangan manusia dan akhiri kesenjangan ekonomi antara perempuan dan laki-laki,” paparnya.

Lebih lanjut dikatakan, FK Puspa juga melakukan program-program jangka pendek dan panjang, termasuk menentukan lokasi khusus yakni wilayah Sanur. “Kenapa kita memilih Sanur, karena Sanur merupakan salah satu tujuan wisata di Denpasar dan sangat terdampak pandemi Covid-19. Kami sudah audiensi dengan kepala-kepala wilayah di Sanur untuk melakukan sosialisasi program-program kerja FK Puspa,” katanya.

Baca juga :  Aparat Kepolisian Awasi PTM di Seluruh Sekolah di Mengwi

Sementara itu, Antari Jaya Negara dalam kesempatan tersebut mengatakan, stunting merupakan gangguan pertumbuhan pada anak yang salah satu pemicunya adalah kurangnya asupan gizi selama hamil dan pascalahir.  “Kekurangan asupan gizi ini menyebabkan anak tidak tumbuh dan berkembang seperti anak pada umumnya,” terangnya dalam acara yang dipandu dr. IGAA Decy Partiwi itu.

Dijelaskan Antari, stunting sejatinya bisa dicegah dari awal, bahkan sebelum proses pembuahan terjadi. “Pasangan muda atau calon pengantin (catin) sebaiknya memeriksakan diri atau konseling mengenai kesehatan diri dan reproduksi minimal tiga bulan sebelum menikah. Ini penting untuk mengetahui apakah ada indikasi masalah pada kesehatan, misalnya menderita anemia. Perlu diketahui, anemia ini bisa menjadi salah satu penyebab stunting. Untuk itu perlu ada pemeriksaan kesehatan dini, sehingga nantinya bisa dilakukan konseling mengenai langkah-langkah apa yang perlu dilakukan,” paparnya.

Baca juga :  Koster Minta Masyarakat Dukung Paslon PDIP

Di Denpasar, kata Antari, Dinas Pemberdayaan Perempuan baru membentuk Tim Pendamping Keluarga (TPK).  Tim ini nantinya tersebar di 43 desa/kelurahan di Kota Denpasar. “Kadernya berjumlah 1.300 orang yang terdiri dari kader PKK, kader BKB dan tenaga kesehatan seperti bidan desa. Nanti kader-kader ini akan memberikan sosialisasi ke banjar-banjar, baik tentang konseling catin, tentang persiapan ibu hamil termasuk kesehatan reproduksi dan persiapan surat-surat menjelang menikah. Dengan upaya ini, kita harapkan para pasangan nantinya bisa melahirkan anak-anak  yang sehat dan berkualitas,” paparnya.

Selain upaya tersebut, PKK Kota Denpasar juga dikatakan memberikan makanan tambahan (PMT) kepada balita dan ibu hamil. PMT tersebut, lanjut Antari, diberikan berdasarkan data dari masing-masing kader posyandu.  ”Angka kasus stunting di Kota Denpasar tergolong rendah, hanya 0,5 persen. Ini jauh di bawah persentasi Provinsi yakni 5 persen dan nasional 9,5 persen. Namun, meski rendah kita tidak boleh lalai. Upaya-upaya pencegahan stunting harus terus dilakukan, agar kasus semakin turun,” katanya.

Baca juga :  Nyolong di RSUP Sanglah, Tertangkap di Pasar Sanglah

Dari sisi kespro, dr. Ida Ayu Indira menjelaskan, kesehatan reproduksi sangat penting bagi laki-laki maupun perempuan. “Untuk perempuan, fungsi utama organ reproduksinya adalah membentuk sel telur, proses pembuahan dan bertanggung jawab terhadap tumbuh kembang janin dalam rahim, sampai nanti lahir. Terkait stunting, yang berperan penting kan 1.000 hari pertama kehidupan, sedangkan yang 270 hari itu sebenarnya ketika bayi belum lahir,” ungkapnya.

Di situlah menurut Indira pentingnya kesehatan reproduksi untuk mencegah stunting. “Mulai dari kesehatan calon pengantin dan ketika hamil harus rutin memeriksakan diri. Saat pemeriksaan kehamilan inilah bisa dideteksi hal-hal yang bisa menyebabkan stunting, misalnya terjadi anemia atau si ibu malnutrisi atau ada penyakit penyerta lainnya bisa diketahui lebih dini,” jelasnya.

Sedangkan terkait kecantikan, dr. AA Laksmi menerangkan, ada tiga hal dasar yang perlu dilakukan untuk menjaga kecantikan kulit khususnya kecantikan wajah. Yang pertama yakni rutin membersihkan wajah, leher dan dada dengan pembersih wajah. Berikutnya, mengaplikasikan pelembab untuk menghidrasi kulit. Dan ketiga, mengaplikasikan suncream atau tabir surya untuk meminimalisir paparan sinar ultraviolet.  (111)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini