Cuaca Buruk, Penyeberangan di Selat Bali Waspada

buruk 1
PENUMPUKAN KENDARAAN - Penyeberangan di Selat Bali, Selasa (21/12/2021) sempat ditutup sehingga terjadi penumpukan kendaraan.

Negara, DENPOST.id

Cuaca di Selat Bali selama ini dikenal sering berubah-ubah.
Arus bawah laut yang keras dan angin kencang terkadang mengakibatkan banyak kejadian, seperti kapal kandas, kapal tenggelam dan insiden lainnya. Karena itu penyeberangan di Selat Bali diminta agar selalu waspada.

Seperti yang terjadi pada Selasa (21/12/2021) sore, Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Bali-NTB memberlakukan pola buka-tutup penyeberangan lintas Jawa-Bali. Pola buka tuup itu dilakukan untuk keselamatan pelayaran kapal karena cuaca buruk yakni angin kencang yang terjadi di Selat Bali.

Baca juga :  Sosialisasi Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi Lengang, Undangan Banyak Tak Valid

Dari informasi, angin kencang itu mulai terjadi memasuki siang hari. Semakin lama angin semakin kencang. Hembusan angin dengan kecepatan 30 knot itu bisa mendorong kapal dan hanyut keluar jalur pelayaran atau bertabrakan dengan kapal lainya. Selain itu juga menyulitkan olah gerak kapal untuk sandar di dermaga guna proses bongkar muat penumpang. BPTD yang bertanggung jawab terhadap keselamatan pelayaran tidak mau mengambil risiko, sehingga pukul.12. 55 Wita penyeberangan ditutup sementara.

Dengan adanya pola buka tutup tersebut dan dihentikannya oprasional kapal yang melayani penyeberangan, membuat penguna jasa harus menunggu.
Karena kendaraan terus berdatangan dan penutupan berlangsung lama maka terjadi penumpukan selain di dalam pelabuhan juga sampai di parkir manuver.

Baca juga :  Puluhan Pegawai RSU Negara Belum Disuntik Vaksin

Setelah dua jam menunggu, angin mulai mereda dan pukul 15.00 Wita BPTD membuka kembali penyeberangan. Namun belum lama penyeberangan dibuka, angin kembali bertiup kencang, sehingga BPTD terpaksa menutup kembali penyeberangan pukul 15 33 Wita. Kembali semua kapal menghentikan aktivitasnya dan penguna jasa juga kembali menunggu di pelabuhan. Penumpukan kendaraan kembali terjadi. Namun sebelum antrean bertambah panjang, pukul 16.30 Wita penyebrangan dibuka kembali.

Baca juga :  Lumpuh dan Bertahan Hidup, Artana Buat Kerajinan Anyaman Bambu

Kepala BPTD Bali-NTB Satuan Pelayanan (Satpel) Gilimanuk, I Nyoman Sastrawan, mengatakan, kecepatan angin yang sampai 30 knot sangat berisiko bagi pelayaran kapal. Karenanya diberlakukan buka-tutup. ” Ini kita lakukan unyuk keselamatan pelayaran,”ujarnya. Dia berharap, saat cuaca buruk nakhoda agar selalu waspada. (120)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini