Abaikan Prokes, Puluhan Pemotor Kena Razia

abai prokes 1
DIBERI MASKER – Satpol PP memberi masker kepada salah seorang pemotor yang melanggar prokes saat terjaring razia PPKM Level 2 di Jl. Gunung Lumut-Jl. Soputan, Selasa (22/12/2021).

Padangsambian Kelod, DENPOST.id

Tim Yustisi Kota Denpasar menjaring puluhan pemotor yang melanggar protokol kesehatan (prokes) saat razia Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2, di simpang tiga Jl. Gunung Salak-Jl. Gunung Soputan, Selasa (22/12/2021).
Kastpol PP Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga, di sela-sela razia mengatakan, ada 32 pemotor yang melanggar prokes. 12 orang di antaranya didenda masing-masing Rp 100 ribu karena tidak menggunakan masker. Sedangkan 20 pemotor lainnya diberi teguran karena salah memakai masker. ”Semua premotor yang melanggar prokes diberikan sanksi hukuman fisik dengan harapan mereka tidak melanggar lagi,” kata Anom Sayoga.

Baca juga :  Jaga Stabilitas Harga, Operasi Pasar Perumda Denpasar Berlanjut

Anom Sayoga mengaku, sampai minggu ketiga Desember 2021 ini pelanggaran prokes masih terjadi. Dikatakannya, masih saja ada masyarakat yang mengabaikan prokes dan menganggap remeh virus varian baru Omicron. Karena itu, pihaknya bersama Dishub, TNI dan Polri selama PPKM Level 2 berlangsung terus melakukan sosialisasi bahaya Covid-19 varian baru Omicron agar masyarakat disiplin prokes saat bepergian maupun melakukan aktivitas di luar rumah. ”Kami tidak mengerti pola hidup masyarakat saat bepergian tanpa masker. Padahal masih pandemi Covid-19 dan dikhawatirkan peningkatan positif virus Korona di Denpasar naik lagi,’’ ujarnya.

Baca juga :  16 Pasien Sembuh dan Enam Orang Positif Covid-19 di Kota Denpasar

Anom Sayoga berharap, pandemi Covid-19 cepat berlalu sehingga perekonomian masyarakat kembali normal. Apalagi pandemi virus corona sudah berlangsung 2 tahun. ”Kami minta masyarakat tidak takabur dengan melandainya kasus positif Covid-19. Varian baru Omicron sudah masuk Jakarta. Masyarakat tetap waspada meskipun sudah vaksin dua kali. Banyak bukti masyarakat yang sudah menjalani vaksin dua kali juga positif Covid-19,’’ jelas Anom Sayoga. (103)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini