Pascabanjir Bandang, Dinkes Fogging Rumah Warga di Nusa Penida

picsart 12 22 07.00.31
FOGGING - Petugas Dinas Kesehatan Klungkung, saat melakukan fogging di rumah warga yang terdampak banjir di Desa Ped.

Semarapura, DENPOST.id

Banjir bandang yang terjadi di wilayah Nusa Penida, Klungkung, beberapa waktu lalu, tidak hanya menimbulkan kerugian material. Ancaman penyakit pascabanjir, seperti diare dan Demam Berdarah (DB) juga membayangi warga yang rumahnya terendam banjir.

Untuk mengantisipasi hal itu, petugas dari Dinas Kesehatan Klungkung telah turun melakukan fogging (pengasapan) ke rumah-rumah warga yang terdampak banjir.

Kadis Kesehatan Klungkung, dr. Made Adi Swapatni ketika dikonfirmasi, Rabu (22/12/2021), mengatakan kalau sampai saat ini belum ada peningkatan penyakit yang terjadi pascabanjir di Nusa Penida. Hanya saja, perlu ada langkah-langkah antisipasi untuk mencegah timbulnya penyakit, seperti demam berdarah dan diare. Apalagi banjir juga menjadi tempat perkembangbiakan utama nyamuk.

“Yang kita takutkan setelah banjir kan timbul penyakit DB dan diare. Tapi sampai saat ini belum ada,” ungkap Adi Swapatni.

Baca juga :  Harga Bawang Merah Tembus Rp31 Ribu Perkilogram di Pasar Galiran

Menurut Swapatni, pihaknya di Dinas Kesehatan telah melakukan langkah antisipasi pascabanjir yang terjadi di Nusa Penida. Di antaranya melakukan fogging ke rumah-rumah warga yang terdampak banjir. Salah satunya di Desa Ped yang masih tergenang air. Termasuk juga memberikan bubuk Abate yang telah didrop ke masing-masing puskesmas di Nusa Penida.

“Untuk fogging kita sudah mulai lakukan dua hari lalu (Senin-red) di Br. Sental, Br. Bodong, dan Br. Bias, Desa Ped. Dan kegiatan ini kita lakukan selama tiga hari dan berakhir hari ini (Rabu-red),” jelasnya. (119)

Baca juga :  Diterjang Gelombang, Kemudi Kapal Roro Nusa Jaya Abadi Patah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini