Pergantian Tahun, Semua Lapangan Ditutup

picsart 12 23 03.44.35
DITUTUP - Lapangan Kapten Mudita Bangli akan ditutup saat malam pergantian tahun. DENPOST.id/dok

Bangli, DENPOST.id

Semua lapangan dan area permainan terbuka publik akan ditutup dari semua aktivitas warga saat malam pergantian tahun. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi terjadinya kerumunan warga di penghujung tahun 2021 nanti. Demikian ditegaskan Kapolres Bangli, AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan, Kamis (23/12/2021) di sela Apel Kesiagaan Operasi Lilin 2021.

Dikatakannya, penutupan semua lapangan di Bangli tersebut sesuai dengan hasil kesepakatan rapat pengamanan pelaksanaan nantal dan tahun baru dengan instansi terkait, Senin (20/12/2021) lalu. “Dari hasil rapat semua lapangan kita tutup sementara, seperti lapangan Kapten Mudita, Susut , Tamanbali dan yang lainnya. Tidak boleh ada kegiatan perayaan malam tahun baru dan aktivitas warga di sana,” ungkapnya.

Baca juga :  Anggaran Perubahan Ketok Palu, PU Garap Sejumlah Proyek Pembangunan

Selain penutupan lapangan, warga juga diimbau agar tidak membuat posko perayaan tahun baru di pinggir jalan. Tujuannya, agar tidak mengganggu para penguna jalan dan membuat kerumunan di jalan raya. “Kita sudah perintahkan semua Bhabinkamtibmas untuk berkoordinasi dengan aparat desa dan tokoh masyarakat di tiap desa agar tidak membangun posko dan merayakan malam pergantian tahun di pinggir jalan. Ini untuk kenyamanan dan keamanan kita bersama,” tegasnya.

Kapolres menambahkan, untuk objek wisata masih diizinkan untuk dibuka dengan syarat hanya menerima pengunjung 75 persen dari jumlah kapasitas pengunjung serta dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. “Kita juga akan melakukan pengawasan ketat di tiap objek wisata dengan tim gabungan untuk mendisiplinkan warga,” pungkasnya.

Baca juga :  Meski Duplikat, "Ngunying" Barong Swari dari Desa Abuan Tetap Menegangkan

Sementara Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, dalam apel gelar pasukan, menyampaikan, perayaan Nataru sudah menjadi bagian dari tradisi masyarakat Indonesia untuk melaksanakan kegiatan ibadah, berkumpul, dan bersama dengan keluarga serta bersuka cita merayakan pergantian tahun di berbagai lokasi. “Hal ini tentunya akan meningkatkan mobilitas dan aktivitas menimbulkan sehingga berpotensi masyarakat, gangguan kamtibmas dan kamseltibcarlantas serta penyebaran pandemi Covid-19,” sebutnya.

Baca juga :  Unit Tipikor Polres Bangli Cek Proyek Jalan di Susut, Lewat Sehari Langsung Ditembel

Berkaca dari pengalaman periode Nataru tahun lalu, peningkatan mobilitas masyarakat menyebabkan penambahan kasus konfirmasi sebesar 125%, yaitu dari 6.437 kasus/hari pada tanggal 26 Desember 2020 menjadi 14.518 kasus/hari pada tanggal 30 Januari 2021. “Lonjakan kasus Covid-19 pada Nataru 2020 perlu kita jadikan pelajaran dalam rangka menghadapi Nataru tahun 2021 ini. Pada pelaksanaan Nataru tahun ini kita perlu lebih berhati-hati, khususnya dalam mengantisipasi penyebaran varian Covid-19 jenis B.1.1.529 (Omicron) yang mengakibatkan lonjakan kasus di beberapa negara,” katanya. (128)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini