Pecalang Ikut Jaga Keamanan Wilayah Saat Natal

picsart 12 25 04.01.18
BERJAGA - Pecalang ikut berjaga di Gereja Jemaat Kristus Kasih saat Natal, Sabtu (25/12/2021).

Sumerta, DENPOST.id

Menjaga toleransi turun temurun, petugas keamanan adat yaitu pecalang terlibat dalam mewujudkan kelancaran perayaan Natal di wilayahnya masing-masing.
Seperti terlihat di GPIB Maranatha, Jl. Surapati Denpasar. Suasana itu saja nampak saat natal, namun juga setiap ibadah akhir pekan. Peran Pecalang salah satunya menjaga ketertiban parkir demi kelancaran ibadah.

Ketua Pasikian Pecalang Provinsi Bali, Made Mudra, menerangkan, pecalang bukan hanya menjaga keamanan Gereja, namun juga menjaga keamanan wilayahnya masing-masing yang memiliki Gereja.
“Peran pecalang dalam menjaga kelancaran itu merupakan kesepakatan bersama MDA Bali, TNI, Polri. Maka pecalang ikut berperan aktif. Bukan menjaga umat, tapi menjaga keamanan wilayahnya,” ujarnya saat diwawancarai Jumat (24/12/2021) sore.

Baca juga :  Irjen Putu Jayan Pastikan Tumpas Premanisme

Selain tugas dan fungsi pengamanan, mengingat perayaan Natal di tengah pandemi Covid-19, pecalang juga menjadi agen perubahan perilaku agar umat menaati protokol kesehatan.
Kata Mudra, dalam pengawasan juga dilakukan edukasi secara preventif. Ia berharap upaya itu dapat menekan potensi pemula Covid-19.
“Apalagi kita ketahui bersama varian Omicron telah masuk ke negara kita. Ini yang harus diwaspadai bersama,” ungkapnya.

Di Denpasar ada dua Gereja yang menjadi perhatian dalam pengawasan prokes. Yakni
Terkait toleransi adat dan agama, dia menilai di Bali relatif terjaga baik. Salah satu wujudnya adalah sinergi dengan pecalang yang baik. Dalam hal yang lebih luas, riasan-riasan di beberapa gereja juga bermuatan lokal Bali seperti penjor.
Suasana itu salah satunya terlihat di Gereja Katolik Santo Yoseph di Jl. Kepundung dan Gereja GKPB Jemaat Kristus Kasih atau Gereja JKK jalan Debes No 6 Denpasar Barat.

Baca juga :  Presiden Jokowi Apresiasi Produk Para Perajin Bali

Mudra berharap iklim toleransi yang terbangun dengan baik ini bisa dijaga oleh masing-masing umat. Ketika umat lain melakukan ibadah, krama Bali ikut mendukung. Ketika umat Hindu Bali menggelar ibadah, umat lain juga mendukung.
“Dalam waktu dekat ini krama Bali juga akan menggelar upacara Siwa Ratri, agar tetap saling menjaga toleransi,” tutupnya. (106)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini